AL QADRI, MUH. RAQA (2025) Analisis Risiko Pada Proses Reparasi Kapal Menggunakan Metode FMEA Di Galangan Kapal PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) = Risk Analysis in the Ship Repair Process Using the FMEA Method at the PT Shipyard. Indonesian Ship Industry (Persero). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D081201035-SKRIPSI-COVER.jpg
Download (351kB) | Preview
D081201035-SKRIPSI-BAB 1-2.pdf
Download (371kB)
D081201035-SKRIPSI-DAPUS.pdf
Download (110kB)
D081201035-SKRIPSI-FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2027.
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
Kegiatan reparasi kapal di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) menghadapi sejumlah risiko yang berkontribusi terhadap keterlambatan proses reparasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan memberikan solusi mitigasi terhadap risiko-risiko tersebut menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian ini bermanfaat sebagai acuan dan referensi bagi penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan manajemen risiko di sektor maritim, khususnya dalam konteks reparasi kapal serta memberikan solusi dan rekomendasi mitigasi risiko bagi manajemen PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) dalam mengoptimalkan proses reparasi kapal, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan mengurangi potensi kegagalan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi potensi risiko, menilai dampak, dan menentukan prioritas tindakan pencegahan yang diperlukan. Sepuluh risiko utama teridentifikasi, termasuk kekurangan tenaga kerja, ketidaksesuaian bobot pekerjaan saat inspeksi awal, keterlambatan pengadaan suku cadang, kurangnya alat pendukung, pengaruh kondisi cuaca, risiko keselamatan kerja, keterbatasan anggaran, kurangnya tempat docking, kurangnya koordinasi antar divisi, serta kesalahan teknik pengerjaan. Berdasarkan analisis, risiko kekurangan tenaga kerja memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Untuk mengatasi risiko tersebut, beberapa rekomendasi diberikan, antara lain meningkatkan jumlah tenaga kerja melalui pengelolaan sumber daya yang lebih baik, menyempurnakan proses inspeksi awal guna mengurangi ketidaksesuaian pekerjaan, serta mengoptimalkan sistem pengadaan suku cadang untuk mencegah keterlambatan. Selain itu, penambahan alat pendukung, evaluasi rutin terhadap protokol keselamatan kerja, perencanaan anggaran yang lebih terstruktur, pengelolaan tempat docking yang lebih baik, dan penguatan koordinasi antar divisi melalui komunikasi yang efektif juga disarankan. Implementasi strategi mitigasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi dampak risiko keterlambatan reparasi kapal di PT. IKI.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: risiko, keterlambatan reparasi kapal, PT. Industri Kapal Indonesia, FMEA, RPN, mitigasi risiko, rekomendasi perbaikan. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Kelautan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 05:33 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 05:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50249 |
