SARI, NUR AFNI INDAH (2025) HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DAN STRES AKADEMIK TERHADAP PERCENT BODY FAT PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN ANGKATAN 2024 = THE RELATIONSHIP BETWEEN FAST FOOD CONSUMPTION AND ACADEMIC STRESS WITH PERCENT BODY FAT AMONG STUDENTS OF THE FACULTY OF PUBLIC HEALTH, HASANUDDIN UNIVERSITY, CLASS OF 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021211028-Cover.jpg
Download (622kB) | Preview
K021211028-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (262kB)
K021211028-dp(FILEminimizer).pdf
Download (118kB)
K021211028-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2027.
Download (951kB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Peningkatan konsumsi fast food dan tingginya tingkat stres akademik di kalangan mahasiswa, seiring dengan perubahan gaya hidup yang cenderung sedentari, menjadi faktor yang berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan percent body fat dan risiko obesitas, yang berdampak pada penurunan kesehatan fisik dan kualitas hidup. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi fast food dan stres akademik dengan percent body fat pada mahasiswa Universitas Hasanuddin, Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2024. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 413 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin angkatan 2024 dengan sampel yang berjumlah 203 responden yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk konsumsi fast food, Academic Stress Scale (ASS) untuk stres akademik, dan BIA merk Tanita BC 545N untuk mengukur percent body fat. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact. Hasil. Sebanyak 48,8% responden termasuk kategori obesitas yang memiliki percent body fat di atas normal. Sebagian besar responden mengonsumsi fast food ≥1 kali/hari (70%) dan dalam jumlah tinggi (≥208,4 gram/hari) (50,2%). Jenis fast food yang paling sering dikonsumsi adalah fried chicken (97%), mie bakso (82%), dan nasi goreng (81%), dan sebanyak 148 responden (72,9%) memiliki tingkat stres akademik yang sedang. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi fast food (p=0,779), jumlah konsumsi fast food (p=0,529), maupun tingkat stres akademik (p=0,549) dengan percent body fat. Kesimpulan. Mayoritas responden termasuk kategori obesitas dengan kebiasaan mengonsumsi fast food secara sering dan dalam jumlah besar, serta tingkat stres akademik yang umumnya sedang. Meskipun tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara konsumsi fast food maupun stres akademik dengan percent body fat, kecenderungan pola konsumsi yang tinggi tersebut tetap menunjukkan potensi risiko yang perlu diwaspadai.
Keyword : Obesitas, Junk Food, Stres Akademik, Percent Body Fat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Obesity, Junk Food, Academic Stress, Percent Body Fat. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 05:28 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 05:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50246 |
