TANDILINTIN, IRVAN (2025) SEJARAH PENYAKIT LEPRA DI ONDERAFDEELING RANTE PAO - MAKALE TAHUN 1924 -1936 = History of Leprosy in The Onderafdeeling Rante Pao-Makale in 1924-1936. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
F052222004-qPbDVoIOS1HcEU6t-20250514192002.jpg
Download (633kB) | Preview
F052222004-1-2.pdf
Download (1MB)
F052222004-dp.pdf
Download (362kB)
F052222004-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 May 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Irvan Tandilintin (F052222004), dengan judul “Sejarah Penyakit Lepra Di Onderafdeeling Rante Pao - Makale Tahun 1924-1936”, dibimbing oleh Amrullah Amir S.S., M.A., Ph.D., dan Dr. Suriadi Mappangara, M.Hum. Kajian penelitian ini bertujuan untuk mendalami sejarah penyakit lepra di Onderafdeeling Rante Pao- Makale tahun 1925-1936. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah melalui pendekatan sosial, karena menghubungkan perilaku sosial budaya masyarakat dengan penyebaran penyakit lepra serta respon masyarakat terhadap kebijakan pengendalian lepra oleh pemerintah kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran penyakit lepra di Onderafdeeling Rante Pao- Makale disebabkan oleh mobilitas perdagangan budak dan perilaku pola hidup bersih masyarakat yang tidak baik. Kebijakan pemerintah kolonial mengeluarkan keputusan pemerintah bertanggal 23 Oktober 1907 No. 40 BB 6758 yang poin utamanya terkait dengan perlunya penanganan wabah lepra terpusat pada rumah sakit khusus lepra. Melalui peraturan itu, dilakukan pendirian leprazorie (rumah sakit khusus lepra) di Batulelleng yang dikelola langsung oleh organisasi misionaris. leprazorie yang dibangun tersebut berbentuk bangunan khas Toraja, dimaksudkan agar penderita merasa nyaman seperti tinggal di rumah sendiri selama proses perawatannya. Pemerintah kolonial dan organisasi Zending dari Belanda bekerja sama dalam pengendalian wabah lepra termasuk dalam pengelolaan leprazorie. Zending, melalui misi pelayanan kesehatannya menugaskan beberapa ahli medis di Onderafdeeling Rante pao – Makale yang dibantu oleh tenaga-tenaga medis lokal. Ada tiga tahapan pengendalian lepra yang dilakukan yaitu pertama, eksplorasi dimana para medis melakukan pendataan penderita lepra dengan mengunjungi perkampungan masyarakat diberbagai pelosok. Kedua, tahapan pengobatan kepada masyarakat yang sudah terindikasi penyakit lepra, dan ketiga adalah tahapan karantina kepada penderita lepra yang sangat membutuhkan perawatan intensif serta bertujuan mengurangi kemungkinan penularan yang lebih besar.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lepra, Leprazorie, Zending, Rante Pao - Makale |
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sejarah |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 05:36 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 05:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50242 |
