HUSNA, ASMAUL (2025) ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR DETERMINAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN KAROSSA KABUPATEN MAMUJU TENGAH = ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY DETERMINANT FACTORS AND THE INCIDENCE OF STUNTING IN TODDLERS IN KAROSSA DISTRICT, CENTRAL MAMUJU REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K012231038-Cover.jpg
Download (409kB) | Preview
K012231038-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (403kB)
K012231038-dp(FILEminimizer).pdf
Download (183kB)
K012231038-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 23 October 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK : ASMAUL HUSNA. ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR DETERMINAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN KAROSSA KABUPATEN MAMUJU TENGAH (dibimbing oleh Nur Nasry Noor dan Ida Leida Maria). Latar Belakang. Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Stunting memberikan dampak yang sangat merugikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penurunan prevalensi stunting diprioritaskan untuk mencapai target di Indonesia sebesar 14%. Pemerintah, yaitu BKKBN menyusun rencana aksi nasional melalui pendekatan keluarga berisiko stunting. Oleh karena itu peneliti inigin melakukan analisis kejadian stunting berdasarkan determinan keluarga. Tujuan. Untuk menganalisis hubungan faktor determinan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Karossa. Metode. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pendekatan observasional analitik dengan desain cross sectional study. Sampel yaitu 321 keluarga. Teknik pengambilan sampel yaitu Proportionate stratified random sampling dan purposive random sampling. Analisis data menggunakan program STATA dengan uji chisquare dan regresi logistik. Hasil. Terdapat 7 variabel yang diteliti terhadap kejadian stunting berdasarkan determinan keluarga, 4 diantaranya memiliki hubungan dengan kejadian stunting yaitu jamban tidak layak, PUS terlalu tua, PUS terlalu banyak dan PUS bukan peserta KB modern. Analisis regresi logistik menunjukkan keluarga dengan jamban tidak layak, bukan peserta KB modern dan mempunyai banyak anak berpeluang 93,1% memiliki anak stunting Kesimpulan. Penelitian ini menemukan keluarga dengan jamban tidak layak, bukan peserta KB modern dan mempunyai banyak anak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Karossa. Pemerintah perlu memberikan penyuluhan rutin atau edukasi tentang pentingnya sanitasi layak dan penyuluhan tentang manfaat penggunaan KB modern untuk mengatur jarak kelahiran juga jumlah anak agar dapat membantu memastikan setiap anak mendapatkan perhatian, asupan gizi yang cukup, serta kesehatan yang optimal. ABSTRACT : ASMAUL HUSNA. ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY DETERMINANT FACTORS AND THE INCIDENCE OF STUNTING IN TODDLERS IN KAROSSA DISTRICT, CENTRAL MAMUJU REGENCY. (supervised by Nur Nasry Noor and Ida Leida Maria). Background. Stunting is a condition where toddlers have a body length that is less when compared to age. Stunting has a very detrimental impact, both in the short and long term. Reducing the prevalence of stunting is prioritized to achieve Indonesia's target of 14%. The government, namely BKKBN, has developed a national action plan through the stunting risk family approach. Therefore, this researcher wants to analyze the incidence of stunting based on family determinants. Aim. This study aims to analyze the relationship between family determinants and the incidence of stunting in toddlers in Karossa Sub-district. Methods. A cross-sectional study design using a quantitative analytical observational approach is the research methodology employed. There were 321 families in the sample. Purposive random sampling and proportionate stratified random sampling were the methods used for sampling. Using the STATA software, data is analyzed using logistic regression and the chisquare test. Results. There were 7 variables studied on the incidence of stunting based on family determinants, 4 of which had an association with the incidence of stunting, namely inadequate latrines, families with too old an age, families with too many children and not participating in modern family planning. Logistic regression analysis showed that families with inadequate latrines, not participating in modern family planning and having many children had a 93.1% chance of having stunted children Conclusion. Based on the study findings, inadequate sanitation facilities, lack of modern family planning use, and having numerous children were linked to stunting in children under five years old in Karossa Sub-district. The research suggests that government authorities should implement regular educational sessions or counseling that emphasizes proper sanitation practices and promotes the advantages of modern family planning methods. These interventions would help families better manage birth spacing and family size, ultimately ensuring that each child receives sufficient attention, proper nutrition, and better overall health.
Kata Kunci : Determinan keluarga; Stunting. Keywords: Family Determinants; Stunting.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Family Determinants, Stunting. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 28 Oct 2025 01:08 |
| Last Modified: | 28 Oct 2025 01:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50192 |
