ANALISIS PERENCANAAN PEMELIHARAAN DENGAN PENDEKATAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA STASIUN PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK UMUM (SPKLU) ULTRA FAST CHARGING (Studi Kasus: PT Haleyora Power) = Analysis of Maintenance Planning Using the Total Productive Maintenance (TPM) Approach at Ultra-Fast Charging Electric Vehicle Charging Stations (Case Study: PT Haleyora Power)


FACHRURRHOZY, A. MUH. (2025) ANALISIS PERENCANAAN PEMELIHARAAN DENGAN PENDEKATAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA STASIUN PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK UMUM (SPKLU) ULTRA FAST CHARGING (Studi Kasus: PT Haleyora Power) = Analysis of Maintenance Planning Using the Total Productive Maintenance (TPM) Approach at Ultra-Fast Charging Electric Vehicle Charging Stations (Case Study: PT Haleyora Power). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
D071201030-SKRIPSI-COVER.jpg

Download (841kB) | Preview
[thumbnail of bab`1-2] Text (bab`1-2)
D071201030-SKRIPSI-BAB 1-2.pdf

Download (868kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
D071201030-SKRIPSI-DAPUS.pdf

Download (69kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
D071201030-SKRIPSI-FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Perubahan iklim mendorong percepatan transisi energi bersih, termasuk adopsi kendaraan listrik untuk mengurangi emisi karbon.. Salah satu infrastruktur pendukung utama untuk mendukung adopsi kendaraal listrik adalah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Namun, teknologi SPKLU yang tergolong baru serta sistem self-service tanpa petugas harian menciptakan tantangan dalam pemantauan dan pemeliharaan. Tujuan. Penelitian ini berfokus pada unit SPKLU Autel MaxiCharger DC Fast Charging yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan, dan bertujuan menganalisis efektivitas kinerja komponen SPKLU dan mengusulkan langkah pemeliharaan menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Metode. Metode yang digunakan meliputi pengukuran efektivitas dengan Overall Equipment Effectiveness (OEE), analisis Six Big Losses, identifikasi komponen kritis melalui Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta perhitungan Mean Time To Failure (MTTF) dan Mean Time To Repair (MTTR) . Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE hanya mencapai 43,2%, jauh di bawah standar world-class (85%). Faktor utama penurunan OEE adalah reduced speed dan idle and minor stoppages. Berdasarkan analisis FMEA, cooling system dan nozzle CCS diidentifikasi sebagai komponen kritis dengan nilai RPN diatas ratarata, kemudian berdasarkan hasil analisis MTTR dan MTTF didapatkan bahwa ratarata waktu terjadi kerusakan untuk komponen cooling system dan nozzle CCS adalah 15 dan 43 hari, dan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan selama 3 jam 46 menit untuk cooling system dan 4 jam 19 menit untuk nozzle CCS.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Mean Time To Failure (MTTF), Mean Time To Repair (MTTR), Komponen Kritis, Perencanaan Pemeliharaan.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 28 Oct 2025 01:08
Last Modified: 28 Oct 2025 01:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50190

Actions (login required)

View Item
View Item