MONOARFA, MELANI ZULHIDAYATI Z (2025) Analisis Spasial Faktor Risiko Kejadian Pneumonia pada Balita di Kabupaten Gowa Tahun 2021-2023 = Spatial Analysis Risk Factors of Pneumonia Incidence in Toddlers Gowa Regency 2021-2023. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K012231006-Cover.jpg
Download (456kB) | Preview
K012231006-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (432kB)
K012231006-dp(FILEminimizer).pdf
Download (154kB)
K012231006-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 23 October 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita di dunia. Secara global, jumlah kematian balita akibat pneumonia diperkirakan dapat mencapai hingga 700.000 kasus per tahun. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara spasial faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Gowa tahun 2021-2023. Metode. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain studi ekologi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kasus pneumonia pada balita di Kabupaten Gowa pada tahun 2021-2023 sebanyak 1.634 kasus. Sedangkan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 kecamatan dengan teknik pemilihan sampel menggunakan metode exhaustive sampling. Hasil. Ada hubungan antara kepadatan penduduk (r=0,470 p=0,000), suhu udara (r=-0,630 p=0,000), kelembaban udara (r=0,288 p=0,034), penduduk miskin (r=0,422 p=0,001) dan status imunisasi tidak lengkap (r=0,457 p=0,000) dengan kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Gowa tahun 2021-2023. Sedangkan tidak ada hubungan antara ketinggian wilayah (r=-0,236 p=0,086), status gizi kurang (r=0,250 p=0,068) dan jarak pelayanan kesehatan (r=0,171 p=0,216) dengan kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Gowa tahun 2021-2023. Kesimpulan. Meskipun status gizi kurang tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dalam penelitian ini, kondisi ini tetap menjadi faktor risiko penting dalam kerentanan balita terhadap pneumonia dan infeksi lain. Anak dengan status gizi buruk memiliki sistem imun yang lemah, sehingga rentan terhadap komplikasi penyakit. Oleh karena itu, intervensi gizi seperti penyediaan makanan tambahan, peningkatan cakupan ASI eksklusif dan edukasi nutrisi kepada orang tua tetap perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
Keyword : Kepadatan Penduduk; Suhu Udara; Kelembaban Udara; Penduduk Miskin; Status Imunisasi Tidak Lengkap.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Population Density, Air Terperature, Air Humidity, Poor Population, Incompiete Immunization Status. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 28 Oct 2025 00:51 |
| Last Modified: | 28 Oct 2025 00:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50181 |
