DEWANTORO, DWI KRESNO (2025) Analisis Faktor Internal dan Iklim Kerja terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja di PT. PLN IP UBP TELLO UNIT PLTD = Internal Factor Analysis of Work Fatigue in Workers and Work Climate Description at PT. PLN IP UBP TELLO UNIT PLTD. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011211011-Cover.jpg
Download (372kB) | Preview
K011211011-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (304kB)
K011211011-dp(FILEminimizer).pdf
Download (185kB)
K011211011-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 20 October 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kelelahan kerja merupakan masalah yang sering dialami oleh pekerja industri, terutama pada lingkungan kerja dengan paparan suhu tinggi dan tuntutan fisik yang berat. PT. PLN IP UBP Tello Unit PLTD merupakan salah satu unit pembangkitan listrik yang memiliki potensi risiko kelelahan kerja tinggi karena iklim kerja panas dan kondisi fisik pekerja yang bervariasi. Tujuan. Mengetahui hubungan Faktor Internal dan Iklim kerja terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja PT. PLN IP UBP Tello Unit PLTD. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional serta analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pekerja PT. PLN IP UBP Tello Unit PLTD sebanyak 42 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Exhaustive Sampling (total sampling). Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Young Men’s Christian Association (YMCA) Step Test, Pittsburgh Sleep Quaity Index (PSQI), Timbangan Berat Badan, Microtoise, Mini Temperature Humiditiy Meter, Subjective Feelings of Fatique (SSRT), dan alat dokumentasi. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebugaran jasmani (p=0,001) dan kualitas tidur (p=0,000) terhadap kelelahan kerja pada pekerja PT. PLN IP UBP Tello Unit PLTD. Namun, tidak ada hubungan antara IMT (p=0,300) dengan kelelahan kerja. Seluruh responden bekerja di lingkungan dengan suhu yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara variabel kebugaran jasmani dan kualitas tidur dengan kelelahan kerja, namun tidak ada hubungan antara variabel indeks massa tubuh dengan kelelahan kerja, dan seluruh responden berada di tempat kerja yang memiliki suhu meleihi NAB. Pekerja diharapkan menjaga kebugaran jasmani, pola tidur, dan asupan gizi, sementara perusahaan disarankan memasang pelindung panas mesin untuk menurunkan risiko kelelahan.
Keyword : Kelelahan Kerja, kebugaran jasmani, kualitas tidur, IMT, iklim kerja.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Work fatigue, physical fitness, sleep quality, BMI, work climate. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 22 Oct 2025 01:28 |
| Last Modified: | 22 Oct 2025 01:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50069 |
