Halizhah, Zakya Nur (2025) Korelasi Program Triple Elimination terhadap Kasus HIV pada Anak, Prevalensi Tes Antigen Permukaan Hepatitis B (HBsAg), dan Kasus Sifilis Kongenital di Kota Makassar Tahun 2023 = Correlation of Triple Elimination Program to HIV Cases in Children, Prevalence of Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) Tests, and Congenital Syphilis Cases in Makassar City in 2023. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011191003-Cover.jpg
Download (407kB) | Preview
K011191003-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (438kB)
K011191003-dp(FILEminimizer).pdf
Download (149kB)
K011191003-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 20 October 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Komunitas global telah berkomitmen mengeliminasi Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA) HIV, sifilis, virus hepatitis B (HBV) sebagai prioritas kesehatan masyarakat. Risiko penularan ibu ke anak untuk HIV yaitu 20-45%, sifilis yaitu 69-80% dan hepatitis B lebih dari 90%. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi program triple elimination terhadap kasus HIV pada anak, prevalensi tes antigen permukaan hepatitis B (HBsAg), dan kasus sifilis kongenital di Kota Makassar. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar pada Desember 2024-Februari 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi kontigensi melalui software SPSS dan analisis overlay melalui software QGIS. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi K1 (kunjungan antenatal 1) terhadap kasus HIV pada anak (p=0,417), tes HBsAg pada anak (p= 0,542), dan kasus sifilis kongenital (p=0,417); tidak terdapat hubungan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dengan kasus HIV pada anak (p=0,384), tes HBsAg pada anak (p=0,211), dan kasus sifilis kongenital (p=0,519); tidak terdapat korelasi pada persentase ibu hamil HIV yang mengikuti terapi antiretroviral terhadap kasus HIV pada anak (p=0,168); terdapat korelasi pada persentase ibu hamil sifilis yang mengikuti pengobatan dengan kasus sifilis kongenital (p=0,016; r=0,607); serta tidak terdapat korelasi pada cakupan vaksin hepatitis B dosis 3 terhadap prevalensi tes HBsAg pada anak (p=0,953). Kesimpulan. Implementasi PPIA perlu ditingkatkan dan diberlakukan secara merata di seluruh wilayah.
Keyword : Triple Elimination, Transmisi Vertikal, HIV, Hepatitis B, Sifilis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Triple elimination, vertical transmission, HIV, hepatitis B, syphilis. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 22 Oct 2025 01:15 |
| Last Modified: | 22 Oct 2025 01:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50052 |
