APLIKASI BIJI KELOR Moringa oleifera DAN DAUN JERUJU Acanthus ilicifolius SEBAGAI BIOKOAGULAN UNTUK PERBAIKAN PARAMETER KUALITAS LINGKUNGAN PADA AIR SUMUR DAN PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli = APPLICATION OF MORINGA SEED Moringa oleifera AND JERUJU LEAF Acanthus ilicifolia AS BIOCOAGULANTS TO IMPROVE ENVIRONMENTAL QUALITY PARAMETERS IN WELL WATER AND INHIBITORY THE GROWTH OF Escherichia coli BACTERIA


HEBRIANTI, HEBRIANTI (2025) APLIKASI BIJI KELOR Moringa oleifera DAN DAUN JERUJU Acanthus ilicifolius SEBAGAI BIOKOAGULAN UNTUK PERBAIKAN PARAMETER KUALITAS LINGKUNGAN PADA AIR SUMUR DAN PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli = APPLICATION OF MORINGA SEED Moringa oleifera AND JERUJU LEAF Acanthus ilicifolia AS BIOCOAGULANTS TO IMPROVE ENVIRONMENTAL QUALITY PARAMETERS IN WELL WATER AND INHIBITORY THE GROWTH OF Escherichia coli BACTERIA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
H052222003-S1BjizCKAEpxFYb3-20250203140900.jpg

Download (816kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
H052222003-1-2.pdf

Download (202kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
H052222003-dp.pdf

Download (119kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
H052222003-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 February 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

HEBRIANTI. APLIKASI BIJI KELOR Moringa oleifera DAN DAUN JERUJU Acanthus ilicifolius SEBAGAI BIOKOAGULAN UNTUK PERBAIKAN PARAMETER KUALITAS LINGKUNGAN PADA AIR SUMUR DAN PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli (dibimbing oleh Fahruddin, Zaraswati Dwyana) Kebutuhan akan air bersih semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, adapun penggunaan air di negara berkembang masih memanfaatkan air permukaan seperti air tanah yang sangat mudah terkontaminasi oleh lingkungan sekitar. Metode koagulasi untuk penjernihan air biasanya digunakan untuk menghilangkan residu koloid dan membantu proses koagulasi-flokulasi dengan menggunakan aluminium sulfat yang dapat berbahaya bagi kesehatan jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Maka dari itu, metode koagulasi dengan menggunakan koagulan alami seperti protein dan tanin lebih baik digunakan karena lebih hemat biaya dan relatif lebih aman bagi kesehatan jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Metode yang digunakan meliputi pembuatan biokoagulan, analisis kandungan tanin, protein, karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) pada biokoaguan dan Scanning Electron Microscope (SEM) terhadap hasil endapan. Sampel air tanah yang tidak memenuhi kriteria fisik, kimia, dan biologi dipilih sebagai sampel air. Jenis koagulan (biji kelor, daun Acanthus ilicifolius dan kombinasi) Variasi dosis (0,025g dan 0,05g) dan 3 variasi waktu pengendapan (0 jam, 12 jam dan 24 jam) lalu dilakukan pengujian pH, COD, BOD, TSS dan TDS dan E. coli dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan biokoagulan yang digunakan mampu menaikkan nilai pH dan dapat menyisihkan COD sebesar 38%, BOD sebesar 52 %, TSS sebesar 78%, TDS sebesar 62% dan E. coli 92%. Dosis optimum 0,025g pada parameter pH, COD, BOD, TSS dan TDS dengan waktu pengendapan yang terbaik pada pengendapan 0 jam, dan dosis optimum pada E. Coli adalah 0,05g dengan waktu pengendapan 24 jam.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Keywords: Moringa oleifera, Achanthus Ilicifolius, Biokoagulan, Air sumur.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 27 Oct 2025 02:08
Last Modified: 27 Oct 2025 02:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50047

Actions (login required)

View Item
View Item