Isolasi dan Karakterisasi Kadar Glukomanan serta Kalsium Oksalat dari Umbi Porang Amorphopallus Muelleri Blume dengan Berbagai Perlakuan = Isolation and Characterization of Glucomannan and Calcium Oxalate Content from Porang Tuber Amorphophallus muelleri Blume with Various Treatments


NURIANI, SINTA (2024) Isolasi dan Karakterisasi Kadar Glukomanan serta Kalsium Oksalat dari Umbi Porang Amorphopallus Muelleri Blume dengan Berbagai Perlakuan = Isolation and Characterization of Glucomannan and Calcium Oxalate Content from Porang Tuber Amorphophallus muelleri Blume with Various Treatments. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
H041181332-pQKxXvHi0S7cGC4z-20250120084204.jpg

Download (341kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
H041181332-1-2.pdf

Download (285kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
H041181332-dp.pdf

Download (91kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
H041181332-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 December 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Tumbuhan porang (Amorphophallus muelleri Blume) termasuk dalam keluarga Araceae (talas-talasan) dan memiliki beberapa jenis yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan industri. Porang adalah tumbuhan yang memiliki umbi dengan kandungan utama berupa glukomanan. Selain kandungan glukomanan, porang mengandung kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal pada mulut dan berbahaya bagi kesehatan. Sehingga dibutuhkan teknologi untuk menurunkan kadar kalsium oksalat pada umbi porang. Tujuan. Untuk menganalisis pengaruh berbagai perlakuan terhadap produksi glukomanan dan pengurangan kalsium oksalat pada tepung porang. Metode. Penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu tahap fermentasi, pembuatan tepung porang, ekstraksi glukomanan dan analisis kadar glukomanan serta kalsium oksalat. Hasil. Kadar glukomanan kontrol negatif sebesar 62,10%, perlakuan dengan amilase sebesar 74,66%, dengan Yeast sebesar 80,16%, dengan BAL sebesar 81,22%, dengan Yeast ditambah BAL sebesar 82,24%, dengan Yeast ditambah amilase sebesar 85,22%, dengan BAL ditambah amilase sebesar 86,18%, dengan Yeast ditambah BAL ditambah amilase sebesar 91,55%. Kadar kalsium oksalat kontrol negatif sebesar 0,085%, perlakuan dengan amilase sebesar 0,074%, dengan Yeast sebesar 0,062%, dengan BAL sebesar 0,061%, dengan Yeast ditambah BAL sebesar 0,051%, dengan Yeast ditambah amilase sebesar 0,049%, dengan BAL ditambah amilase sebesar 0,048%, dengan Yeast ditambah BAL ditambah amilase sebesar 0,032%. Kesimpulan. Perlakuan dengan Yeast ditambah BAL ditambah amilase terbukti paling efektif dalam meningkatkan kadar glukomanan dan mengurangi kadar kalsium oksalat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Amorphophallus muelleri, glukomanan, kalsium oksalat, bakteri asam laktat, ragi, amilase.
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 20 Oct 2025 01:17
Last Modified: 04 Nov 2025 05:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50012

Actions (login required)

View Item
View Item