WAHYURAMADAN, WAHYURAMADAN (2025) KARAKTERISTIK DAERAH PENANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP BANDRONG BERBASIS DATA CITRA SATELIT LANDSAT 8 DI PERAIRAN BARRU, SELAT MAKASSAR = CHARACTERISTICS OF FISHING GROUNDS USING BANDRONG GEAR BASED ON LANDSAT 8 SATELLITE IMAGERY DATA OPERATED BY FISHERMEN IN BARRU WATERS, MAKASSAR STRAIT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L051211011-Cover.jpg
Download (386kB) | Preview
L051211011-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (265kB)
L051211011-dp(FILEminimizer).pdf
Download (171kB)
L051211011-Fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 17 October 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Kabupaten Barru memiliki tujuh kecamatan, lima di antaranya merupakan wilayah pesisir yang menyebabkan sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Dengan garis pantai sepanjang 78 km yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar, sektor perikanan menjadi salah satu sektor unggulan daerah ini. Teknologi penginderaan jauh (remote sensing) memiliki peran penting dalam menyediakan informasi mengenai dinamika spasial dan temporal daerah penangkapan ikan. Salah satu satelit yang umum digunakan dalam pemantauan kondisi perairan adalah Landsat 8, yang diluncurkan oleh NASA dan USGS pada tahun 2013 serta dilengkapi dengan sensor Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIRS). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap bandrong berdasarkan parameter oseanografi dan data citra satelit Landsat 8, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penangkapan ikan pelagis besar di perairan pesisir. Metode. penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung pada operasi penangkapan ikan menggunakan alat tangkap bandrong. Sementara itu, data sekunder berupa citra satelit Landsat 8 yang mencakup parameter suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a diperoleh dari laman United States Geological Survey (USGS) dengan resolusi spasial 15–60 meter. Hasil. karakteristik daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap bandrong pada bulan Agustus, September, dan Oktober memiliki suhu permukaan laut 28–29°C, konsentrasi klorofil-a 1–2 mg/m³, serta kedalaman perairan 20–40 meter. Kesimpulan. Karakteristik daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap bandrong dipengaruhi oleh suhu permukaan laut, klorofil-a, dan kedalaman perairan. Kondisi ini mendukung tertangkapnya ikan pelagis besar dan dapat diidentifikasi menggunakan data citra satelit Landsat 8.
Keyword : Characteristics, Landsat 8, Sea surface temperature, chlorophyll-a
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Characteristics, Landsat 8, Sea surface temperature, chlorophyll-a. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 20 Oct 2025 01:10 |
| Last Modified: | 20 Oct 2025 01:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50003 |
