Analisis geospasial pemetaan Aksesbilitas terhadap fasilitas Kesehatan gigi dan Mulut pada anak sekolah dasar di Provinsi Sulawesi barat


AHMAD, NURSYAMSIA (2025) Analisis geospasial pemetaan Aksesbilitas terhadap fasilitas Kesehatan gigi dan Mulut pada anak sekolah dasar di Provinsi Sulawesi barat. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J012222009-uOPCtvsnow72c5Le-20250108145428.jpeg]
Preview
Image
J012222009-uOPCtvsnow72c5Le-20250108145428.jpeg

Download (548kB) | Preview
[thumbnail of J012222009-1-2.pdf] Text
J012222009-1-2.pdf

Download (154kB)
[thumbnail of J012222009-dp.pdf] Text
J012222009-dp.pdf

Download (77kB)
[thumbnail of J012222009-fulllll.pdf] Text
J012222009-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Analisis Geospasial Pemetaan Aksesbilitas terhadap Fasilitas kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah dasar di provinsi sulawesi barat (dibimbing oleh Prof. Dr. Rasmidar Samad, drg.M.,S.,FISDPH FISDP dan Irfan Sugianto, drg., M.Med., Ph.D.,Sp.RKG) Pendahuluan: Aksesibilitas fasilitas kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk mendukung kesehatan anak usia sekolah dasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi aksesibilitas mencakup infrastruktur jalan, distribusi fasilitas kesehatan, dan karakteristik geografis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterjangkauan dan aksesibilitas layanan kesehatan gigi dan mulut bagi anak sekolah dasar di Provinsi Sulawesi Barat, serta mengkontekstualisasikan pengaruh sosio-demografi terhadap layanan di daerah pesisir dan pegunungan.Metodologi: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis geospasial, melibatkan data dari BPS, wawancara dengan pegawai dinas kesehatan dan pendidikan, serta observasi kondisi sosial masyarakat. Hasil: Persebaran fasilitas kesehatan gigi dan mulut tidak merata; daerah pesisir memiliki akses yang lebih baik dibandingkan daerah pegunungan. Ketidakmerataan ini dipengaruhi oleh topografi berbukit-bukit, infrastruktur jalan yang terbatas, dan kondisi demografi masyarakat. Akibatnya, masyarakat di daerah terpencil sering kali harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan, sehingga lebih mengandalkan pengobatan tradisional atau menunda perawatan. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa kondisi sosio-demografi, termasuk topografi, sebaran fasilitas kesehatan, aksesibilitas, jenis pekerjaan, pendapatan, dan budaya masyarakat, berpengaruh signifikan terhadap tingkat pelayanan dan kesehatan gigi dan mulut di Provinsi Sulawesi Barat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > Pendidikan Dokter Gigi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Oct 2025 05:54
Last Modified: 21 Oct 2025 05:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49985

Actions (login required)

View Item
View Item