HIKMAH, WARDA AL-ZAYTUN (2025) Pengaruh Pengaplikasian Ekstrak BijiKenari (Canarium Indicum L.) Terhadap Jumlah Sel Makrofag Pada Proses Penyembuhan Luka Insisi Gingiva Tikus Wistar (Rattus Norvegicus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
J011211142-Xql52zRtouEFTrIk-20250204114856.jpeg
Download (506kB) | Preview
J011211142-1-2.pdf
Download (621kB)
J011211142-dp.pdf
Download (127kB)
J011211142-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
WARDA AL-ZAYTUN HIKMAH. Pengaruh pengaplikasian ekstrak biji kenari (Canarium Indicum L.) terhadap jumlah sel makrofag pada proses penyembuhan luka insisi gingiva tikus wistar (Rattus Norvegicus) (dibimbing oleh Arni Irawaty Djais) Latar Belakang: Penyakit periodontal dengan prevalensi 74,1% di Indonesia sering menyebabkan kerusakan jaringan periodontal yang memerlukan penyembuhan luka kompleks. Penyembuhan ini melibatkan fase inflamasi, yang dimediasi oleh makrofag. Makrofag berperan dalam fagositosis debris dan mikroba serta sekresi sitokin untuk regenerasi jaringan. Ekstrak biji kenari (Canarium Indicum L.), dengan kandungan flavonoid dan tanin, berpotensi sebagai alternatif terapi luka melalui mekanisme anti- inflamasi. Tujuan: Penelitian ini mengevaluasi pengaruh ekstrak biji kenari terhadap jumlah makrofag pada luka insisi gingiva tikus Wistar. Metode Penelitian: Penelitian eksperimental ini menggunakan desain post-test control group. Sebanyak 12 tikus Wistar jantan dibagi menjadi tiga kelompok: perlakuan (ekstrak biji kenari), kontrol positif (povidone iodine), dan kontrol negatif (tanpa perlakuan). Luka insisi sepanjang 5 mm dibuat pada gingiva labial, dan perlakuan diberikan selama tujuh hari. Preparat histologi diwarnai dengan hematoxylin-eosin, dan jumlah makrofag dihitung di lima lapangan pandang. Analisis statistik menggunakan one-way ANOVA dan uji post hoc Tukey. Hasil Penelitian: Kelompok perlakuan memiliki jumlah makrofag terendah (3,50 ± 1,29) dibandingkan kontrol positif (5,50 ± 1,91) dan kontrol negatif (7,25 ± 1,50). Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,027), dengan perbedaan signifikan antara perlakuan dan kontrol negatif (p = 0,021). Kesimpulan: Ekstrak biji kenari efektif menurunkan jumlah makrofag dibandingkan kontrol positif, dan mempercepat transisi fase inflamasi ke fase proliferasi, sehingga berpotensi menjadi alternatif terapi penyembuhan luka yang aman.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > Pendidikan Dokter Gigi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 21 Oct 2025 05:50 |
| Last Modified: | 21 Oct 2025 05:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49982 |
