EFEKTIFITAS KEBIASAAN MENYIKAT GIGI PAGI SEBELUM MASUK BELAJAR TERHADAP ORAL HYGIENE INDEX SIMPLIFIED SISWA SEKOLAH DASAR DI PULAU SARAPPO LOMPO


NOVITA, ADRIANTI EKA (2025) EFEKTIFITAS KEBIASAAN MENYIKAT GIGI PAGI SEBELUM MASUK BELAJAR TERHADAP ORAL HYGIENE INDEX SIMPLIFIED SISWA SEKOLAH DASAR DI PULAU SARAPPO LOMPO. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J012212003-GgBPuSNY1jozxT8d-20250203100743.jpg]
Preview
Image
J012212003-GgBPuSNY1jozxT8d-20250203100743.jpg

Download (399kB) | Preview
[thumbnail of J012212003-1-2.pdf] Text
J012212003-1-2.pdf

Download (506kB)
[thumbnail of J012212003-dp.pdf] Text
J012212003-dp.pdf

Download (259kB)
[thumbnail of J012212003-fulll.pdf] Text
J012212003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kebiasaan merupakan rutinitas perilaku yang diulang-ulang secara teratur dan cenderung terjadi tanpa disadari. Menurut teori behaviour change dibutuhkan waktu selama 21 hari untuk mengubah kebiasaan seseorang sehingga diperlukan satu periode yang konstan agar seseorang dapat mengubah kebiasaanya. Usia sekolah dasar merupakan saat yang ideal untuk melatih kemampuan motorik seorang anak, termasuk di antaranya menyikat gigi. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas menyikat gigi di pagi hari sebelum masuk belajar terhadap status OHIS pada siswa sekolah dasar di Pulau Sarappo Lompo. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang diberikan intervensi pre dan post sikat gigi pagi sebelum masuk belajar selama 21 hari berturut-turut. Sebelum dilakukan intervensi, diberikan penyuluhan tentang cara sikat gigi dengan metode Bass. Hasil: Sebelum perlakuan, nilai OHIS untuk kelompok usia 6-7 tahun berada dalam kategori "Baik" (1,2 ± 0,4), untuk kelompok usia 8-9 tahun berada pada kategori "Sedang" (1,3 ± 0,7), dan untuk kelompok usia 10-12 tahun berada dalam kategori "Baik" (1,2 ± 0,8). Setelah perlakuan, nilai OHIS pada semua kelompok usia menunjukkan peningkatan, di mana semua kelompok usia mencapai kategori "Baik" dengan nilai yang lebih rendah: 0,3 ± 0,2 untuk usia 6-7 tahun, 0,2 ± 0,2 untuk usia 8-9 tahun, dan 0,2 ± 0,3 untuk usia 10-12 tahun. Berdasarkan jenis kelamin sebelum perlakuan, nilai OHIS siswa laki-laki berada dalam kategori "Sedang" (1,4 ± 0,7), sedangkan siswa perempuan berada dalam kategori "Baik" (1,1 ± 0,7). Setelah perlakuan, terjadi peningkatan pada kedua jenis kelamin, dimana nilai OHIS siswa laki-laki turun ke kategori "Baik" (0,3 ± 0,3) dan siswa perempuan tetap dalam kategori "Baik" dengan nilai yang lebih rendah (0,2 ± 0,3). Nilai mean OHIS secara keseluruhan menunjukkan penurunan yang signifikan setelah perlakuan. Sebelum perlakuan, nilai mean OHIS adalah 1,2 ± 0,7 (kategori "Baik"), sedangkan setelah perlakuan, nilai ini menurun menjadi 0,2 ± 0,3 (kategori "Baik"). Hasil uji t menunjukkan bahwa perbedaan nilai OHIS sebelum dan setelah perlakuan adalah signifikan secara statistik (t = 19,965, p = 0,000), yang menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan memiliki dampak positif dalam meningkatkan kebersihan mulut siswa. Kesimpulan: Intervensi yang diberikan berhasil menurunkan nilai OHIS di berbagai kelompok, baik berdasarkan usia maupun jenis kelamin. Intervensi ini terbukti efektif dalam meningkatkan status kebersihan mulut siswa.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > Pendidikan Dokter Gigi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Oct 2025 05:45
Last Modified: 21 Oct 2025 05:45
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49980

Actions (login required)

View Item
View Item