HUTAGALUNG, ELBERD STEWART (2024) Efektivitas aplikasi ekstrak biji kenari (Canarium Indicum L.) terhadap peningkatan jumlah fibroblas pada luka insisi gingiva pada tikus wistar (Rattus norvegicus) = Effect of application of canary seed extract (Canarium Indicum L.) on increasing the number of fibroblasts in gingival incision wounds in wistar rats (Rattus norvegicus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
J011211077-AILQbhOcX3qPtvGF-20250123120620.jpg
Download (342kB) | Preview
J011211077-1-2.pdf
Download (485kB)
J011211077-dp.pdf
Download (112kB)
J011211077-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 November 2026.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Perawatan di bidang periodontal sering sekali menyebabkan luka di jaringan gingiva, dan percepatan pada penyembuhan diperlukan agar mencegah terjadinya komplikasi lain. Biji kenari (Canarium Indicum) diketahui memiliki berbagai macam kandungan yang dapat berperan dalam proses penyembuhan luka. Saat ini belum ada sediaan hasil proses dari biji kenari yang menunjukkan bahwa biji kenari efektif berperan dalam penyembuhan luka. Tujuan. Bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak biji kenari (Canarium Indicum) terhadap peningkatan jumlah fibroblas pada luka insisi gingiva tikus wistar. Metode. Jenis penelitian eksperimental laboratoris. Rancangan penelitian menggunakan the post- test only control group design, dengan 3 kelompok perlakuan, kelompok control positif dan negatif kemudian dilakukan observasi. Biji kenari diekstraksi dengan etanol 96%, diaduk selama satu jam, direndam selama 24 jam, dan disaring untuk mendapatkan filtrat, lalu proses ekstraksi diulang selama empat hari. Filtrat yang terkumpul dikonsentrasikan menggunakan rotary evaporator, dan sisa etanol diuapkan di penangas air hingga diperoleh ekstrak pekat dengan bobot konstan. Euthanasia dilakukan pada hari ke-7. Preparat sampel kemudian diteliti secara histologi fibroblas (magnifikasi 400x) dengan pewarnaan hematoxylin-eosin (HE). Hasil data penelitian diolah dengan metode analisis one way ANOVA dan. Hasil. Rata-rata jumlah fibroblas pada esktrak biji kenari adalah yang paling tinggi dibandingkan kelompok lainnya dengan jumlah fibroblas sebesar 61, sementara pada povidone iodine dan yang dibiarkan sembuh sendirinya, jumlah fibroblas adalah sebesar 55,67 dan 39. Secara statistik, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara kelompok Ekstrak Biji Kenari dan K- (Tidak ada perlakuan) yang signifikan, sedangkan perbandingan lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kesimpulan. Dari jumlah fibroblas yang didapatkan, terlihat bahwa ektrak biji kenari mampu mempercepat penyembuhan luka melalui peningkatan jumlah fibroblas dibandingkan jumlah fibroblas yang didapatkan dari kelompok povidone iodine dan kelompok kontrol negatif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perawatan periodontal, biji Kenari, fibroblas, luka insisi gingiva. |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > Pendidikan Dokter Gigi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 17 Oct 2025 01:36 |
| Last Modified: | 17 Oct 2025 01:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49973 |
