KUALITAS REPRODUKSI JANTAN DAN PROFIL SPERMATHECA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI TELUK PAREPARE, SULAWESI SELATAN = REPRODUCTIVE QUALITY MALE AND SPERMATHECA PROFILE OF SWIMMING CRAB (Portunus pelagicus) IN PAREPARE BAY, SOUTH SULAWESI


ADYA, ANANDA (2025) KUALITAS REPRODUKSI JANTAN DAN PROFIL SPERMATHECA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI TELUK PAREPARE, SULAWESI SELATAN = REPRODUCTIVE QUALITY MALE AND SPERMATHECA PROFILE OF SWIMMING CRAB (Portunus pelagicus) IN PAREPARE BAY, SOUTH SULAWESI. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L012231016-Cover.jpg

Download (370kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L012231016-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (446kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L012231016-dp(FILEminimizer).pdf

Download (172kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L012231016-fullllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 16 October 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Penangkapan Portunus pelagicus yang berlebihan menyebabkan penurunan populasi, sehingga memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan melalui kegiatan pembenihan. Faktor kunci dalam upaya ini adalah memahami kualitas reproduksi induk, khususnya kondisi rajungan jantan dan sperma yang disimpan dalam spermatheca betina. Pengamatan terbaru di Teluk Parepare telah terjadi penyusutan pada spermatheca betina, yang mendorong penelitian lebih lanjut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas reproduksi calon induk rajungan jantan dan menganalisis perubahan morfologis dan fungsi spermatheca. Metode. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2024 sebanyak 202 ekor rajungan jantan dan 152 ekor rajungan betina yang dipilih secara acak dari Teluk Parepare. Pengukuran dilakukan pada lebar karapas, bobot tubuh, tingkat kematangan gonad (TKG), dan indeks kematangan gonad (IKG) pada rajungan jantan. Selain itu, pengamatan dilakukan pada spermatheca betina yang dikategorikan dalam beberapa tingkat kepenuhan yaitu, 0%, 50%, dan 100%. Bobot spermatheca dan jumlah sperma dihitung, serta hubungan antartahap kematangan ovarium dinilai. Hasil. Ukuran rajungan bervariasi setiap bulannya dengan puncak kematangan gonad (TKG III) pada Februari sejalan dengan IKG tertinggi 1,27% dan terendah 0,65%. Morfologi spermatheca dengan tingkat kepenuhan 100% pada betina tertinggi pada bulan Maret, kemudian mengalami penyusutan seiring dengan perkembangan ovarium. Pemeriksaan histologis menunjukkan pengurangan cairan mani pada kepenuhan 0%; namun, spermatofora masih ada. Jumlah sperma tertinggi pada tingkat kepenuhan 100% dan menurun secara progresif antara tingkat kepenuhan 50% dan 0%. Jumlah sperma berkisar 548x108±91x108 pada tingkat kepenuhan 100%, 242x108±126x108 pada tingkat kepenuhan 50%, dan 158x108±50x108 pada tingkat kepenuhan 0%. Kesimpulan. Rajungan jantan di Teluk Parepare dapat dijadikan acuan dalam pemilihan induk untuk pembenihan. Selain itu, terjadi penyusutan spermatheca dan penurunan jumlah sperma terkait dengan berkurangnya cairan mani, meski penyebab pastinya perlu penelitian lebih lanjut.

Keyword : histologi, Portunus pelagicus, reproduksi, sperma, spermatheca.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Histology, Portunus pelagicus, reproductive, sperm, spermatheca.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 16 Oct 2025 06:11
Last Modified: 16 Oct 2025 06:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49969

Actions (login required)

View Item
View Item