ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENANGANAN KASUS GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAPPADATA KECAMATAN SINJAI TENGAH KABUPATEN SINJAI = Analysis of Factors Related to Handling of Rabies-Transmitting Animal Bites in the Lappadata Health Center Work Area, Sinjai Tengah District, Sinjai Regency.


Nurfaisya, NURFAISYA (2024) ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENANGANAN KASUS GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAPPADATA KECAMATAN SINJAI TENGAH KABUPATEN SINJAI = Analysis of Factors Related to Handling of Rabies-Transmitting Animal Bites in the Lappadata Health Center Work Area, Sinjai Tengah District, Sinjai Regency. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K012202032-Cover.jpg

Download (144kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
K012202032-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (489kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K012202032-dp(FILEminimizer).pdf

Download (226kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K012202032-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 23 December 2026.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang.Rabies merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus rabies yang termasuk dalam famili rhabdovirus yang terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi dan akan ditularkan melalui gigitan hewan atau air liur, hewan penular rabies (HPR) terutama anjing, kucing dan kera. Hewan penular rabies akan menjadi ganas dan biasanya cenderung menyerang dan menggigit manusia (Abidin.,2020). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, mengemukakan jumlah kasus GHPR di Sulawesi Selatan tahun 2018 sebanyak 6.175 dan 15 kasus positif rabies dan tahun 2019 terjadi peningkatan kasus positif rabies 570 kasus. Pada kasus gigitan anjing di Kabupaten Sinjai, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, pada tahun 2021 sebanyak 126 kasus dan tahun 2022 sebanyak 176 kasus gigitan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Faktor yang berhubungan dengan penanganan kasus GHPR Di Wilayah Kerja Puskesmas Lappadata Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai. Metode.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 278 yang dipilih dengan metode Purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Hasil. Penelitian ini menunjukkan faktor yang berhubungan dengan penanganan kasus gigitan hewan penular rabies adalah Variabel pengetahuan p=0,001 ,sikap p=0,001,budaya p=0,001,peran lintas sektor p=0,009 (p<0,005), sedangkan peran petugas kesehatan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p=0,090 (p>0,05), Analisis regresi logistik menunjukkan nilai p=0,000 (< 0,05) dan nilai Exp-B (22,427), artinya variabel pengetahuan berhubungan dengan penanganan kasus GHPR dan seseorang memiliki 22,427 kali peluang lebih besar dalam penanganan kasus GHPR dibandingkan seseorang dengan pengetahuan kurang. Kesimpulan. Penanganan kasus gigitan hewan penular rabies memerlukan edukasi masyarakat tentang rabies dan langkah pencegahannya. Saran terhadap layanan kesehatan yang menyediakan vaksin anti-rabies dan sistem pelaporan yang lebih efisien dari berbagai lintas sektor.

Keyword : Penanganan;kasus;Gigitan Hewan;Penular Rabies.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Handling, Cases, Animal Bites, Rables Transmitters.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 17 Oct 2025 00:16
Last Modified: 17 Oct 2025 00:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49961

Actions (login required)

View Item
View Item