EVALUASI RESISTENSI FRAKTUR GIGI INSISIVUS RAHANG ATAS PADA PENGGUNAAN PASAK FIBER POLIETILEN DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS RESIN CEMENT = FRACTURE RESISTANCE EVALUATION OF MAXILLARY INCISOR TEETH USING POLYETHYLENE FIBER POST WITH DIFFERENT TYPES OF RESIN CEMENT


SARI, ERMITA (2024) EVALUASI RESISTENSI FRAKTUR GIGI INSISIVUS RAHANG ATAS PADA PENGGUNAAN PASAK FIBER POLIETILEN DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS RESIN CEMENT = FRACTURE RESISTANCE EVALUATION OF MAXILLARY INCISOR TEETH USING POLYETHYLENE FIBER POST WITH DIFFERENT TYPES OF RESIN CEMENT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
J025212003-sjzxX4Lf5E3kVGrA-20250122135257.jpg

Download (376kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
J025212003-1-2.pdf

Download (182kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
J025212003-dp.pdf

Download (375kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
J025212003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 August 2026.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Pendahuluan. Gigi yang telah dirawat endodontik kehilangan sebagian strukturnya karena preparasi saluran akar, karies ataupun restorasi sebelumnya sehingga rawan terhadap fraktur. Pasak dibutuhkan untuk meningkatkan retensi dan resistensi restorasi. Fiber polietilen merupakan jenis dari fiber reinforced composite berbentuk anyaman yang dapat digunakan sebagai pasak dengan berbagai keunggulan dibandingkan pasak logam maupun keramik. Pemilihan jenis resin cement untuk sementasi pasak fiber polietilen memainkan peran penting untuk membentuk monoblock system dalam saluran akar yang akan meningkatkan hasil perawatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan bahan sementasi resin cement pada pasak fiber polietilen melalui uji resistensi fraktur.Metode. Tiga puluh gigi insisivus rahang atas yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan (n=10). Kelompok pertama dilakukan perawatan saluran akar kemudian restorasi pasak fiber polietilen menggunakan bahan sementasi self-etch resin cement. Kelompok kedua dilakukan perawatan saluran akar kemudian restorasi pasak fiber polietilen menggunakan bahan sementasi self-adhesive resin cement. Kelompok ketiga (kontrol) tanpa perawatan saluran akar. Ketiga kelompok dilakukan preparasi core. Semua kelompok diuji tekan menggunakan universal testing machine untuk mengetahui nilai resistensi fraktur. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis non-parametrik pada nilai p <0,05. Hasil. Nilai resistensi fraktur (rata-rata/min-max) untuk kelompok 1 (290,11/146,80–544,11), kelompok 2 (343,13/188,56–588,06), kelompok 3 (398,39 / 211,19–580,75). Berdasarkan uji Kruskal-Wallis tidak terdapat perbedaan signifikan nilai resistensi fraktur antara ketiga kelompok perlakuan P > 0,05). Simpulan. Dalam penelitian ini disimpulkan tidak terdapat perbedaan signifikan nilai resistensi fraktur gigi insisivus rahang atas pada penggunaan pasak fiber polietilen dengan bahan sementasi Self etch resin cement dan self-adhesive resin cement. Bahan sementasi Self etch resin cement dan self-adhesive resin cement merupakan bahan yang ideal untuk sementasi pasak fiber polietilen.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Resistensi fraktur, pasak,fiber polietilen, resin cement.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Ilmu Konservasi Gigi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 17 Oct 2025 01:20
Last Modified: 17 Oct 2025 01:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49955

Actions (login required)

View Item
View Item