M, ARINIL HAQ RAMDHANI (2025) ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI KABUPATEN MAMUJU = ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING POLICY IN MAMUJU DISTRICT. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K052212005-Cover.jpeg
Download (127kB) | Preview
K052212005-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (317kB)
K052212005-dp(FILEminimizer).pdf
Download (153kB)
K052212005-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 15 October 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Status gizi adalah keadaan tubuh karena konsumsi dan penggunaan makanan. Di Puskesmas Rangas Mamuju dan Puskesmas Binanga, jumlah bayi usia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2020–2022 masih kurang memuaskan dan tidak sesuai dengan target Departemen Kesehatan RI. Target tersebut adalah 80% bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor Komunikasi, Sumber daya, Content of Policy (Konten/Isi Kebijakan), dan Context of Policy (Konteks/Lingkungan Kebijakan) dalam program pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Mamuju. Metode. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan analis thematic. Informan pada penelitian terdapat informan kunci dan informan tambahan. Hasil Penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dapat dikatan baik akan tetapi masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan di tata lebih baik lagi seperti pengetahuan ibu menyusui dikatakan masih rendah sehingga petugas kesehatan menjelaskan mengenai pemberian ASI eksklusif tidak maksimal. Sumber daya dalam hal ini Indikator staf, kemampuan, dan implementor sudah terpenuhi. Sedangkan anggaran dalam pengimplementasian Asi Ekslusif belum memadai. Fasilitas dalam pemberian asi juga belum memadai seperti ruangan faskes seharusnya ada ruangan laktasi, tetapi sarana yang tersedia hanya pojok ASI. Content of Policy (Konten/Isi Kebijakan) Isi kebijakan sendiri sudah cukup lengkap dan detail yang mencakup semua aturan akan tetapi pada indikator letak pengambilan keputusan dikatakan masih kurang karena masih ada masyarakat yang memberikan susu formula pada bayi. Context of Policy (Konteks/Lingkungan Kebijakan) dari sisi lingkungan kebijakan bisa dikatakan baik akan tetapi kepatuhan dan respon Masyarakat dari tenaga Kesehatan masih kurang dikarenakan kurangnya koordinasi ibu yang sedang hamil sehinga tidak mengetahui apa yang harus dilakukan pada saat selesai melahirkan. Kesimpulan. Meskipun faktor komunikasi, sumber daya, isi kebijakan, dan konteks kebijakan pada program pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Mamuju telah terpenuhi dengan baik masih terdapat kebutuhan untuk perbaikan, seperti peningkatan pengetahuan ibu menyusui, ketersediaan ruang laktasi di fasilitas kesehatan, pengurangan penggunaan susu formula, dan peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap pemberian ASI eksklusif. Selain itu, koordinasi dan pengawasan yang lebih baik diperlukan untuk mengurangi permintaan masyarakat akan bantuan susu formula. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Pemberian ASI Ekslusif.
Keyword : Implementasi, Kebijakan, Pemberian ASI Ekslusif.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Implementation, Policy, Exclusive Breastfeeding. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Kebijakan Kesehatan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 15 Oct 2025 05:48 |
| Last Modified: | 15 Oct 2025 05:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49948 |
