SYAHAMAH AZ, ANDI IFFAH (2024) Pengaruh Perubahan Sudut Inklinasi Insisivus Maksila terhadap Sudut Nasolabial Sebelum dan Setelah Perawatan Ortodonti Menggunakan Radiografi Sefalometri Lateral di RSGMP Unhas = The Effect of Alteration of Maxillary Incisors Inclination to Nasolabial Angle Before and After Orthodontic Treatment using Lateral Cephalometric Radiograph in Hasanuddin University Dental Hospital. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
J055211001-ZkWGxN2tfuQK5s8E-20250120131636.jpg
Download (592kB) | Preview
J055211001-1-2.pdf
Download (2MB)
J055211001-dp.pdf
Download (92kB)
J055211001-fulllllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 August 2026.
Download (12MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Sudut nasolabial merupakan gambaran profil jaringan lunak dan tetap menjadi parameter yang unggul secara klinis dan sefalometri dalam menentukan posisi anteroposterior maksila dan sebagai hasil dalam menentukan rencana perawatan maloklusi dental dan skeletal. Sudut nasolabial adalah salah satu pengukuran jaringan lunak terpenting yang mengukur penonjolan bibir atas dalam kaitannya dengan batas bawah hidung. Sudut nasolabial dipengaruhi oleh inklinasi gigi insisivus maksila dan ketebalan bibir atas. Inklinasi gigi insisivus merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam mempertimbangkan estetika profil wajah, keselarasan wajah yang menjadi dasar keseimbangan morfologi dan proporsi hidung, dagu, dan bibir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan sudut insisivus maksila dan sudut nasolabial sebelum dan setelah perawatab ortodonti, dan pengaruh perubahan sudut inklinasi insisivus maksila terhadap sudut nasolabial setelah perawatan ortodonti Metode: 16 radiografi sefalometri lateral dianalisis sebelum dan setelah perawatan ortodonti. Sefalometri yang dipilih adalah pasien usia 14-40 tahun dengan maloklusi Klas I dan Klas II meliputi ekstraksi premolar atas dan retraksi anterior maksila. Tracing sefalometri untuk mengukur sudut inklinasi insisivus maksila dan sudut nasolabial menggunakan protraktor dan digambar pada kertas tracing. Hasil: Nilai rata-rata sudut inklinasi insisivus maksila sebelum dan setelah perawatan ortodonti adalah 27.50o ± 8.32 and 21.50° ± 7.82°. Nilai rata-rata sudut nasolabial sebelum dan setelah perawatan ortodonti adalah 93.18 o ± 12.90 and 98.34 ° ± 12.57. Uji t berpasangan sudut inklinasi insisivus maksila dan sudut nasolabial nilai p 0.000. Korelasi antara sudut inklinasi insisivus maksila dengan sudut nasolabial setelah perawatan didapatkan (r) = − 0.967. Kesimpulan: Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara sudut inklinasi insisivus maksila dengan sudut nasolabial setelah perawatan ortodonti.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sefalometri, inklinasi insisivus maksila, sudut nasolabial |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Ortodonti |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 16 Oct 2025 07:07 |
| Last Modified: | 16 Oct 2025 07:07 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49934 |
