KURNIYANTI, DEWI (2024) Korelasi Antara Oral Dysfagia, Status Kesehatan Rongga Mulut dan Status Nutrisi Pada Anak Cerebral palsy = Correlation between Oral Dysfagia, Oral Health Status and Nutritional Status in Children with Cerebral Palsy. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
J065212002-LNpBylZ0JnxRcAh4-20250113155922.png
Download (761kB) | Preview
J065212002-1-2.pdf
Download (986kB)
J065212002-dp.pdf
Download (203kB)
J065212002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 December 2026.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Disfagia adalah gangguan pada proses menelan yang sangat umum terjadi pada anak-anak dengan Cerebral palsy (CP). CP merupakan kelainan neurologis permanen akibat trauma atau gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi fungsi permanen neurologis dan motorik, yang mengakibatkan keterbatasan fungsi dan aktivitas. Beberapa penelitian menyatakan bahwa anak dengan CP memiliki kondisi kesehatan mulut yang lebih buruk. Selain itu salah satu etiologi utama malnutrisi pada anak dengan gangguan neurologis adalah Oropharyngeal dysphagia dan asupan nutrisi yang tidak mencukupi. Tujuan. Untuk menganalisis korelasi antara oral dysfagia, status kesehatan rongga mulut dan status nutrisi pada anak CP. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, dengan design cross-sectional study. Berdasarkan kriteria inklusi total sampel didapatkan sebanyak 30 responden pasien anak usia 5-18 tahun dengan diagnosis CP yang berkunjung ke poli rehabilitasi medik RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk menjalani sesi terapi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan Saphiro-Wilk test untuk mengetahui distribusi data dan dianalisis dengan uji Levene untuk melihat homogenitas data. Hasil. Penelitian ini mengungkapkan bahwa gangguan mengunyah dan oral dysfagia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap status kesehatan rongga mulut anak dengan CP, namun tidak terdapat pengaruh signifikan antara oral dysfagia dan status nutrisi pada anak dengan CP. Selain itu, terdapat korelasi yang signifikan antara oral disfagia dan DMFT, tetapi tidak ditemukan korelasi signifikan dengan OHIS maupun IMT. Kesimpulan. Disfagia yang mempengaruhi kemampuan mengunyah dan menelan dapat menghambat praktik kebersihan mulut, sehingga meningkatkan risiko karies gigi dan berbagai masalah kesehatan rongga mulut lainnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Oral dysfagia, status kesehatan rongga mulut, status nutrisi, cerebral palsy. |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Asia Barat |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 16 Oct 2025 05:52 |
| Last Modified: | 16 Oct 2025 05:52 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49929 |
