PENGARUH DOSIS ATRAKTAN PADA PAKAN GEL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI PADA PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU Scylla sp. = The Effect of Attractant Dosage on Gel Feed towards Growth and Condition Factors in Fattening Mangrove Crab Scylla sp.


Mansyur, Syurli Andini (2021) PENGARUH DOSIS ATRAKTAN PADA PAKAN GEL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI PADA PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU Scylla sp. = The Effect of Attractant Dosage on Gel Feed towards Growth and Condition Factors in Fattening Mangrove Crab Scylla sp. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L031171312_skripsi-1_page-0001.jpg

Download (279kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L031171312_skripsi-14-25.pdf

Download (241kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L031171312_skripsi-42-47.pdf

Download (211kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L031171312_skripsi.pdf

Download (826kB)

Abstract (Abstrak)

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki nilai ekonomis sehingga banyak dibudidayakan. Strategi pengelolaannya melalui usaha penggemukan dengan penambahan atraktan pada pakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis atraktan (terasi udang lokal) yang tepat sebagai atraktan pada pakan gel terhadap pertumbuhan relatif dan faktor kondisi pada usaha penggemukan kepiting bakau yang dipelihara pada talang air dengan Resirculating Aquaculture System (RAS). Penelitian ini dilaksanakan di Hatchery, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Hewan uji yang digunakan yaitu kepiting bakau jantan (Scylla sp.) dengan bobot awal rata-rata 113 g. Kepiting bakau jantan di pelihara menggunakan talang air dengan panjang 100 cm, lebar 13 cm dan tinggi 11 cm yang diletakkan pada sebuah rak besi yang bertingkat tiga dengan menggunakan RAS. Setiap talang air mempunyai sekat berupa jaring kawat dan berisi empat ekor kepiting bakau. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan, yaitu dosis atraktan 0% (perlakuan A), dosis atraktan 5% (perlakuan B), dosis atraktan 10% (perlakuan C), dan dosis atraktan 15% (perlakuan D). Parameter yang diukur adalah laju pertumbuhan relatif dan faktor kondisi. Hasil analisis ragam (Anova) menunjukkan bahwa penggunaan dosis atraktan yang berbeda tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap laju pertumbuhan relatif dan faktor kondisi kepiting bakau. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan berbagai dosis terasi sebagai atraktan pada pakan gel memberikan efek yang sama pada berbagai dosis atraktan terhadap laju pertumbuhan relatif dan faktor kondisi kepiting bakau (Scylla sp.) yang dipelihara pada talang air bertingkat dengan RAS.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Atraktan, pertumbuhan, faktor kondisi, RAS, kepiting bakau
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: stfathirah s
Date Deposited: 14 Oct 2025 10:47
Last Modified: 14 Oct 2025 10:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49921

Actions (login required)

View Item
View Item