Perbandingan Efektivitas KOH dan NaOH Sebagai Absorben CO2 untuk Pengukuran Radionuklida 14C pada Sedimen Pesisir Pulau Makasar = Comparison of the Effectiveness of KOH and NaOH as CO2 Absorbents for the Measurement of 14C Radionuclides in Coastal Sediments of Makasar Island


SAPUTRA, TRI CHANDRA (2024) Perbandingan Efektivitas KOH dan NaOH Sebagai Absorben CO2 untuk Pengukuran Radionuklida 14C pada Sedimen Pesisir Pulau Makasar = Comparison of the Effectiveness of KOH and NaOH as CO2 Absorbents for the Measurement of 14C Radionuclides in Coastal Sediments of Makasar Island. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
H031181328-B1wGm8Q0SCUsydan-20250130161440.jpg

Download (182kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
H031181328-1-2.pdf

Download (589kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
H031181328-dp.pdf

Download (346kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
H031181328-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 December 2026.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

TRI CHANDRA SAPUTRA. Perbandingan Efektivitas KOH dan NaOH Sebagai Absorben CO2 untuk Pengukuran Radionuklida 14C pada sedimen pesisir Pulau Makasar (dibimbing oleh Muhammad Zakir). Latar Belakang. Banyak penelitian telah menjelaskan pentingnya kualitas absorben terhadap absorbsi CO2, tetapi bagaimana dengan kualitas absorbsi CO2 dari kandungan karbonat pada sedimen dengan menggunakan KOH dan NaOH sebagai absorben. Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas KOH dan NaOH dalam menyerap CO2 untuk menentukan aktivitas spesifik 14C pada sedimen pesisir Pulau Makasar. Metode. Tahapan penelitian ini mencakup pengambilan sampel sedimen, preparasi sampel menggunakan HCl untuk menghilangkan kontaminan, penggerusan sedimen untuk mengurangi luas permukaan sedimen, mengekstraksi senyawa karbonat dari sedimen dengan mereaksikan dengan HCl, penyerapan CO2 dengan KOH serta NaOH sebagai absorben. Total karbon dalam larutan diukur menggunakan metode titrasi, sementara efisiensi penyerapan dihitung berdasarkan jumlah karbon yang terserap. Hasil. KOH memiliki efisiensi penyerapan sebesar 13,5%, sementara NaOH mencapai 20%. Efisiensi ini dipengaruhi oleh faktor seperti konsentrasi absorben dan laju gas inert yang mempengaruhi waktu interaksi antara CO2 dan absorben. Kesimpulan. Melalui penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa NaOH lebih efektif dalam menjerap CO2 dibandingkan dengan KOH.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Absorben; KOH;NaOH; Sedimen
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Sep 2025 07:09
Last Modified: 26 Sep 2025 07:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49909

Actions (login required)

View Item
View Item