PROTOTIPE ALAT UKUR DETAK JANTUNG, LAJU PERNAPASAN, DAN POSISI BERBASIS INTERNET OF THINGS = Prototype of a Heart Rate, Respiratory Rate, and Position Monitoring Device Based on the Internet of Things


RIZQULLAH, BISMAN (2025) PROTOTIPE ALAT UKUR DETAK JANTUNG, LAJU PERNAPASAN, DAN POSISI BERBASIS INTERNET OF THINGS = Prototype of a Heart Rate, Respiratory Rate, and Position Monitoring Device Based on the Internet of Things. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
H021201053-yu1mq9G2nerfsKhc-20250109095325.jpg

Download (109kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
H021201053-1-2.pdf

Download (218kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
H021201053-dp.pdf

Download (28kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
H021201053-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Olahraga adalah aktivitas terencana dan rutin dengan intensitas tertentu yang memengaruhi tanda-tanda vital tubuh, seperti detak jantung dan pernapasan. Intensitas ini mengacu pada seberapa keras tubuh bekerja selama aktivitas fisik. Aktivitas fisik intensitas tinggi dalam durasi lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan memengaruhi kinerja pernapasan, sehingga pemantauan tanda-tanda vital tersebut penting dilakukan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan membuat sistem pemantauan detak jantung, laju pernapasan, dan posisi berbasis Internet of Things (IoT) pada aktivitas yang dilakukan. Metode. Penelitian ini menggunakan pulse sensor, piezoelektrik keramik, dan GPS Ublox NEO6MV2 untuk memantau tanda-tanda vital dan posisi. Data tersebut dapat disimpan dan ditampilkan menggunakan laman web. Hasil. Perangkat keras dan perangkat lunak diintegrasikan untuk membuat sebuah sistem yang selanjutnya dilakukan pengujian kalibrasi dan Quality of Service (QoS). Sensor detak jantung pada intensitas aktivitas tinggi, sedang, dan rendah memiliki rata-rata nilai akurasi 99,99%. Sensor GPS Ublox NEO6MV2 mendapatkan nilai rata-rata selisih jarak yaitu 4,6 meter. Sensor piezoelektrik pada intensitas aktivitas tinggi, sedang, dan rendah memiliki rata-rata nilai akurasi 99,99%. Pada pengujian parameter QoS delay, pada kondisi ruangan tertutup didapatkan rata-rata delay yaitu 166 ms, sedangkan pada kondisi ruangan terbuka diperoleh rata-rata delay yaitu 143 ms. Hasil pengambilan data menunjukkan kenaikan laju detak jantung dan laju pernapasan sesuai dengan intensitas aktivitas dari rendah, sedang dan tinggi. Hal ini sebanding dengan kegiatan dilakukan yaitu dari berdiam diri, berjalan, kemudian jogging. Perbedaan laju detak jantung dan laju pernapasan pada tiap subjek disebabkan oleh faktor usia yang mempengaruhi performa detak jantung maksimal. Kesimpulan. Pengukuran menggunakan sistem penelitian ini menunjukkan pola detak jantung dan laju pernapasan meningkat sesuai peningkatan intensitas aktivitas. Selain itu, posisi dari subjek dapat diketahui melalui laman web.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: detak jantung; laju pernapasan; posisi; internet of things
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Sep 2025 06:25
Last Modified: 26 Sep 2025 06:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49897

Actions (login required)

View Item
View Item