FATIMAH, FATIMAH (2025) BIOSINTESIS NANOPARTIKEL EMAS DAN PERAK MENGGUNAKAN TANAMAN SIDAGURI (Sida rhombifolia) SERTA POTENSINYA SEBAGAI SENSOR ASAM URAT = BIOSYNTHESIS OF GOLD AND SILVER NANOPARTICLES USING SIDAGURI PLANT (Sida rhombifolia) AND ITS POTENTIAL AS URIC ACID SENSOR. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
H013211008-NlVJQEjG84pDFceR-20250130211608.jpg
Download (393kB) | Preview
H013211008-1-2.pdf
Download (780kB)
H013211008-dp.pdf
Download (383kB)
H013211008-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 January 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Nanopartikel emas dan nanopartikel perak merupakan salah satu pengembangan nanoteknologi yang memiliki potensi aplikasi yang beragam dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel emas dan Nanopartikel perak menggunakan tanaman sidaguri (Sida rhombifolia) dan mempelajari potensinya sebagai sensor asam urat. Metode. Penelitian dibagi menjadi empat tahap utama, yaitu: analisis senyawa bioaktif dari tanaman sidaguri, analisis karakteristik nanopartikel emas yang disintesis dengan menggunakan tanaman sidaguri, analisis karakteristik nanopartikel perak yang disintesis dengan menggunakan tanaman sidaguri dan analisis respon sensor asam urat berbasis nanopartikel emas dan nanopartikel perak. Hasil. Berdasarkan hasil analisis GC-MS, pada ekstrak air dari akar, batang, dan daun sidaguri, mengandung golongan fenolik, lakton, heterosiklik, asam lemak, ester, glikosida, amina, alkana, dan terpenoid. Ekstrak air akar, batang dan daun sidaguri selanjutnya digunakan dalam proses biosintesis nanopartikel emas menghasilkan AuNP-AS, AuNP-BS, dan AuNP-DS sedangkan pada biosintesis nanopartikel perak menghasilkan AgNP-AS, AgNP-BS, dan AgNP-DS. Karakterisasi pada nanopartikel emas dan nanopartikel perak yang terbentuk dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis, PSA, FTIR, XRD dan SEM-EDS. Karakteristik AuNP-AS, AuNP-BS, dan AuNP-DS berada pada panjang gelombang 561-564 nm, 567-573 nm, dan 562-566 nm dengan ukuran rata-rata diameter yaitu 116,3 nm, 151 nm dan 273,9 nm. AuNP-AS dilanjutkan pada karakterisasi FTIR, XRD dan SEM-EDS. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa AuNP-AS memiliki struktur kristal FCC dan memiliki morfologi yang dominan bulat yang didominasi unsur emas. Pada AgNP-AS, AgNP-BS, dan AgNP-DS berada di rentang panjang gelombang 421-422 nm, 410-413 nm, dan 423-430 nm dengan ukuran rata-rata diameter yaitu 46,5 nm, 56,8 nm, dan 54,8 nm. AgNP-AS memiliki struktur kristal FCC dengan morfologi bulat dan didominasi unsur perak. Elektroda EKAu/AuNP-AS memiliki sensitivitas yang tinggi dalam mengukur asam urat dengan konsentrasi rendah dibandingkan Elektroda EKAu/AuNP-AS, namun memiliki akurasi yang rendah pada pengujuan serum darah yaitu 25%. Elektroda EKPt/AgNP-AS memberikan keunggulan dalam stabilitas transfer elektron, sehingga lebih baik untuk pengukuran serum darah dengan tingkat akurasi hingga 94%. Kesimpulan. Elektroda EKAu/AuNP-AS dan EKPt/AgNP-AS hasil modifikasi dari nanopartikel emas dan nanopartikel perak yang disintesis dari ekstrak air akar sidaguri berpotensi sebagai sensor asam urat namun EKPt/AgNP-AS memilki kinerja yang lebih baik dalam mengukur serum darah.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | nanopartikel emas; nanopartikel perak; sidaguri; sensor; asam urat |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Ilmu Kimia |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2025 06:16 |
| Last Modified: | 26 Sep 2025 06:16 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49890 |
