Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Dari Kontaminasi Deterjen Dalam Air Sumur Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Kelurahan Lamangga Kota Bau Bau = Environmental Health Risk Analysis of Detergent Contamination in Well Water on Public Health in Lamangga Village, Bau Bau City


YUSUF, MUHAMMAD ARINAL SURGAMA (2024) Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Dari Kontaminasi Deterjen Dalam Air Sumur Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Kelurahan Lamangga Kota Bau Bau = Environmental Health Risk Analysis of Detergent Contamination in Well Water on Public Health in Lamangga Village, Bau Bau City. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K012202023-Cover.jpg

Download (144kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
K012202023-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (665kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K012202023-dp(FILEminimizer).pdf

Download (229kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K012202023-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 12 December 2026.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Muhammad Arinal Surgama Yusuf. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Dari Kontaminasi Deterjen Dalam Air Sumur Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Kelurahan Lamangga Kota Bau Bau (dibimbing Prof. Anwar, SKM., M.Sc., P.hD dan Prof. Anwar Daud, SKM., M.Kes). Latar belakang. Limbah deterjen dengan konsentrasi tinggi akan membuat biota perairan menjadi terganggu. Kandungan detergen bisa meningkatkan zat hara yang menyebabkan masalah lingkungan. Air limbah domestik hasil cucian baju merupakan air limbah domestik yang masuk ke dalam jenis grey water. Air limbah detergen dengan kandungan yang dikelompokkan menjadi surfaktan, builder, bleaching agent, dan additives. Tujuan. Mengetahui tingkat risiko kesehatan masyarakat di Kelurahan Lamangga Kota Baubau yang mengonsumsi air sumur yang mengandung fosfat dan surfaktan. Metode. Penelitian observasional dengan analisis risiko kesehatan lingkungan. Sampel dalam penelitian sebanyak 14 sampel dari perwakilan setiap sumur yang dijadikan sebagai sumber air minum sedangkan untuk responden sebanyak 70 orang. Hasil. Rata-rata konsentrasi deterjen sumber air minum di 14 titik pengambilan sampel pada fosfat sebesar 0,020 mg/l dan surfaktan sebesar 0,39 mg/L. Laju asupan pajanan konsentrasi deterjen dalam air baku untuk air minum responden (intake rate) berbanding lurus dengan nilai tingkat risiko (RQ). RQ dari seluruh responden kurang dari satu (RQ ≤1). Distribusi THQ diseluruh 70 responden memiliki nilai THQ ≤ 1, dan tidak ada responden yang memiliki THQ > 1. Kesimpulan. Manajemen risiko untuk konsentrasi fosfat dan surfaktan yang ada dalam air baku untuk air minum agar tidak meningkat sehingga tidak menimbulkan efek risiko non karsinogenik dikemudian hari.

Keyword : EHRA, Detergen, Fosfat, Surfaktan, Manajemen Risiko.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: EHRA, Detergen, Fosfat, Surfaktan, Manajemen Risiko.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 26 Sep 2025 03:07
Last Modified: 26 Sep 2025 03:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49842

Actions (login required)

View Item
View Item