FRISTKA, LIA (2025) EVALUASI KLINIS TERAPI KOMBINASI DOKSISIKLIN DAN OMEGA-3 TERHADAP KETEBALAN LAPISAN LEMAK TEAR FILM DAN MEIBOMIAN GLAND LOSS PADA PENDERITA DISFUNGSI KELENJAR MEIBOM = CLINICAL EVALUATION OF ORAL COMBINATION OF DOXYCYCLINE AND OMEGA-3 THERAPY IN LIPID LAYER THICKNESS AND MEIBOM GLAND LOSS OF TEARFILM IN PATIENTS WITH MEIBOM GLAND DYSFUNCTI. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
C025202011----.jpg
Download (303kB) | Preview
C025202011-1-2.pdf
Download (3MB)
C025202011-dp.pdf
Download (73kB)
C025202011-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 January 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang : Disfungsi kelenjar meibom (DKM) adalah salah satu penyebab utama dry eye disease yang berhubungan dengan ketidakstabilan lapisan lipid air mata. Kondisi ini menyebabkan peningkatan evaporasi air mata, inflamasi pada ocular surface, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penurunan fungsi kelenjar meibom juga berhubungan dengan inflamasi kronis dan kerusakan jaringan kelenjar akibat obstruksi dan perubahan komposisi lemak kelenjar meibom. Doksisiklin telah dikenal sebagai terapi standar karena kemampuannya untuk mengatur lipid dan mengurangi inflamasi, sementara omega-3 memiliki efek anti-inflamasi dan imunomodulasi yang dapat meningkatkan kualitas meibum. Kombinasi kedua terapi ini dihipotesiskan dapat memberikan efek sinergis untuk memperbaiki disfungsi kelenjar meibom secara lebih signifikan. Sampel dan Metode : Penelitian ini menggunakan desain pre-test and post-test two group experimental. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok terapi doksisiklin 100mg sebanyak 20 orang dan kelompok terapi kombinasi doksisiklin dengan omega-3 1 gram. sebanyak 20 orang. Evaluasi klinis dilakukan menggunakan alat (SBM SISTEMI, Inc., Torino, Italy) (IDRA), dengan mengukur ketebalan lapisan lipid tear film (Lipid Layer Thickness/LLT), kehilangan area dari kelenjar meibom (Meibomian Gland Loss/MGL), noninvasive tear film break up time (NiTBUT) dan tear meniscus height (TMH) dengan intervensi dilakukan selama 4 minggu. Hasil : Penelitian ini menunjukkan walaupun baik terapi doksisiklin dan terapi kombinasi doksisiklin dan omega-3 sama memberikan perbaikan pada peningkatan LLT, penurunan grading pada meibomian gland area, serta perbaikan pada nilai NiTBUT dan TMH akan tetapi terapi kombinasi doksisiklin dan omega-3 terlihat lebih nyata pada minggu kedua setelah terapi dibanding terapi doksisiklin berdasarkan uji statistik, meningkatkan stabilitas air mata dan mengurangi gejala inflamasi pada ocular surface dengan p-value <0.05. Kesimpulan : Kombinasi doksisiklin dan omega-3 lebih efektif dalam memperbaiki ketebalan lapisan lipid dan menurunkan kehilangan kelenjar meibom pada pasien dengan disfungsi kelenjar meibom. Penelitian ini mendukung potensi terapi omega-3 sebagai terapi tambahan untuk kondisi dryeye yang terkait dengan disfungsi kelenjar meibom.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Meibomian Gland Dysfunction, Omega-3, Lipid Layer Thickness, Meibografi. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Mata |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 26 Sep 2025 02:51 |
| Last Modified: | 26 Sep 2025 02:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49839 |
