NINGTYAS, CHIKITA ALYA CAHYA (2025) PELAYANAN KONSELING DALAM PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DI UPTD PPA KOTA MAKASSAR = Counseling Services in Handling Sexual Violence against Women at UPTD PPA Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011201136-Cover.jpg
Download (344kB) | Preview
K011201136-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (440kB)
K011201136-dp(FILEminimizer).pdf
Download (139kB)
K011201136-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 September 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: UPTD PPA Kota Makassar memiliki peran aktif dalam melakukan penanganan kasus kekerasan pada perempuan di Kota Makassar. Peneliti tertarik untuk melakukan pengumpulan informasi terhadap penanganan dan pendampingan konseling yang dilakukan UPTD PPA terhadap korban kekerasan seksual, dalam penanganan melalui proses pelayanan konseling. Tujuan: Untuk mengetahui tahapan-tahapan serta hambatan-hambatan pelayanan konseling yang dilakukan oleh konselor dalam menangani kasus kekerasan seksual di UPTD PPA Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Mixed Methods dengan model sequential exploratory. Informan penelitian ini adalah kepala UPTD PPA Kota Makassar, konselor (Informan Utama), staff dan korban kekerasan seksual dengan besar sampel sebanyak 29 orang. Teknik sampling menggunakan purposive dan total sampling. Analisis data menggunakan model Miles Huberman dan uji univariat. Hasil: Tahapan-tahapan pelayanan konseling UPTD PPA Kota Makassar terdapat tiga tahapan yaitu tahap awal (building rapport), tahap pertengahan (pendekatan person-centered) yaitu konselor melakukan penjelajahan masalah berfokus pada pendekatan klien, dan tahap akhir (terminasi). Hasil wawancara dan hasil analisis uji univariat menunjukkan bahwa tahap-tahap pelayanan konseling yang dilakukan oleh konselor UPTD PPA Kota Makassar termasuk dalam kategori baik, mulai dari tahapan awal (82,8%), tahapan pertengahan (72,4%), tahapan akhir (93,1%). Adapun yang menjadi hambatan utama dalam pelayanan konseling yaitu kurangnya keterbukaan klien; kurang kooperatifnya keluarga korban dalam penanganan kasus; dan keterbatasan waktu dalam proses konseling. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga tahapan layanan konseling yaitu: tahapan awal, tahapan pertengahan, dan tahapan akhir (terminasi). Adapun hambatan dalam pelayanan konseling di UPTD PPA yaitu kurangnya keterbukaan klien kurang kooperatifnya keluarga korban, dan keterbatasan waktu.
Kata kunci: Metode Kombinasi, Building Rapport, Pendekatan Person/Client-Centered, Hambatan Konseling
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mixed Methods, Building Rapport, Person/Client-Centered Approach, Counseling Barriers. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 26 Sep 2025 02:49 |
| Last Modified: | 26 Sep 2025 02:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49837 |
