PENGARUH KINESIOTAPING DIBANDINGKAN DENGAN TERAPI OROMOTOR TERHADAP DROOLING PADA DOWN SYNDROME = THE EFFECT OF KINESIOTAPING COMPARED WITH OROMOTOR THERAPY ON DROOLING IN DOWN SYNDROME


YUNUS, RADLIA AZIZAH (2024) PENGARUH KINESIOTAPING DIBANDINGKAN DENGAN TERAPI OROMOTOR TERHADAP DROOLING PADA DOWN SYNDROME = THE EFFECT OF KINESIOTAPING COMPARED WITH OROMOTOR THERAPY ON DROOLING IN DOWN SYNDROME. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C215202003-Cover.jpg

Download (290kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C215202003-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (890kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C215202003-dp(FILEminimizer).pdf

Download (652kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C215202003-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 22 September 2026.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Pendahuluan: Down Syndrome (DS) merupakan kondisi kelainan kromosom yang paling sering ditemukan di dunia dan merupakan penyebab terbanyak kecacatan intelektual. Drooling sendiri didefinisikan sebagai kehilangan air liur yang tidak disengaja dari mulut yang biasanya terjadi karena kelemahan otot orofacial dan palatum-lingual, yang sebagian besar terkait dengan gangguan neurodegenerative. Hampir sepertiga dari anak-anak dengan DS pernah mengalami drooling, dan beberapa komplikasi akibat drooling diantaranya termasuk dehidrasi, infeksi, masalah higienis, maserasi perioral, dan isolasi sosial. Adapun pendekatan pengobatan yang berbeda digunakan untuk menangani drooling, diantaranya terapi oromotor dan kinesiotaping. Walaupun sudah ada penelitian-penelitian sebelumnya yang membandingkan antara KT dan terapi oromotor, namun khusus untuk populasi DS dengan drooling, belum ada penelitian yang membandingkan kedua jenis intervensi ini Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kinesiotaping dibandingkan dengan terapi oromotor terhadap drooling pada Down Syndrome Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan melibatkan 20 penyandang Down Syndrome yang mengalami drooling. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2024 sampai dengan September2024. Pelaksanaan penelitian meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, pemberian terapi oromotor, dan pemberian kinesiotaping. Keluaran penelitian akan berupa perbandingan hasil the Modified Teacher’s Drooling Scale dan Drooling Impact Scale sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor mTDS dan DIS sebelum dan sesudah intervensi untuk kinesiotaping dan terapi oromotor (p<0,05 untuk semua). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kedua metode tersebut dalam efektivitasnya dalam mengurangi drooling pada pasien Down Syndrome. Kesimpulan: Baik kinesiotaping maupun terapi oromotor secara signifikan mengurangi drooling pada pasien dengan Down Syndrome. Namun, tidak ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode ini.

Keyword : drooling, down syndrome, Kinesiotaping, terapi oromotor.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Drooling, down syndrome, kinesiotaping, oromotor therapy.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 26 Sep 2025 01:21
Last Modified: 26 Sep 2025 01:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49827

Actions (login required)

View Item
View Item