WARDHANI, NOOR MEY (2025) KADAR VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR (VEGF) SEBAGAI PENANDA DIAGNOSTIK KANKER PARU JENIS KARSINOMA BUKAN SEL KECIL = VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR (VEGF) LEVELS AS A DIAGNOSTIC MARKER OF NON-SMALL CELL LUNG CANCER. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C185202012-Cover.png
Download (134kB) | Preview
C185202012-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (473kB)
C185202012-dp(FILEminimizer).pdf
Download (72kB)
C185202012-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 22 January 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Kanker paru masih menjadi penyebab kematian akibat kanker di seluruh dunia, terutama Kanker Paru Jenis Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK). Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) telah muncul sebagai biomarker prognostik yang menjanjikan pada berbagai jenis kanker, termasuk KPKBSK, karena perannya dalam regulasi epigenetik dan ekspresi gen. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan VEGF dalam serum dan bilasan bronkus sebagai biomarker diagnostik KPKBSK. Metode: Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada pasien kanker paru di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo periode Agustus-November 2023. Pada setiap subjek penelitian dilakukan pengambilan sampel serum dan bilasan bronkus, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar VEGF dengan metode ELISA di Medical Research Unit (HUM-Rc) Universitas Hasanuddin. Analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) dilakukan untuk menilai kemampuan VEGF sebagai biomarker diagnostik dengan menilai luas Area Under the Curve (AUC). Kemudian nilai cut-off terbaik akan ditentukan dengan menggunakan rumus indeks Youden. Hasil: Subjek penelitian terdiri dari 110 partisipan yang terdiri dari 75 pasien KPKBSK dan 35 pasien kontrol. Penelitian ini menemukan bahwa kadar bilasan bronkus dan serum VEGF pada pasien KPKBSK lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0.010 dan p<0.001). Selain itu, analisis statistik menunjukkan korelasi positif antara VEGF serum dan VEGF bilasan bronkus pada KPKBSK (r=0,314; p=0,001). Hasil analisis kurva ROC menunjukkan kemampuan diagnostik yang cukup baik untuk VEGF dengan nilai AUC 0,653 untuk VEGF bilasan bronkus, dan 0,709 untuk VEGF serum. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menemukan bahwa VEGF memiliki peran penting pada pasien KPKBSK. Peningkatan ekspresi VEGF pada pasien KPKBSK baik pada serum maupun bilasan bronkus berpotensi untuk digunakan sebagai biomarker diagnostik pada pasien KPKBSK.
Keyword : KPKBSK, VEGF, biomarker, bilasan bronkus, serum.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Non-small cell lung carcinoma, vascular endothelial growth factor, biomarker, bronchial washing, serum. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 26 Sep 2025 00:45 |
| Last Modified: | 26 Sep 2025 00:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49819 |
