ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) PADA SUNGAI JENEBERANG, KABUPATEN GOWA, PROVINSI SULAWESI SELATAN = Analysis of Cadmium (Cd) Content in the Jeneberang River Estuary, Gowa Regency, South Sulawesi Province


RAHMAN, NURMA (2025) ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) PADA SUNGAI JENEBERANG, KABUPATEN GOWA, PROVINSI SULAWESI SELATAN = Analysis of Cadmium (Cd) Content in the Jeneberang River Estuary, Gowa Regency, South Sulawesi Province. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
L021211015-36RTMIzGfWsHa0mn-20250519115410.jpg

Download (62kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
L021211015-1-2.pdf

Download (717kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
L021211015-dp.pdf

Download (493kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
L021211015-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

NURMA RAHMAN. Analisis kandungan Kadmium (Cd) Pada Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Nita Rukminasari). Latar belakang. Sungai Jeneberang merupakan sumber air penting bagi masyarakat sekitar di Sulawesi Selatan yang terancam oleh pencemaran akibat pertumbuhan industri. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan Cd di anak Sungai Jeneberang dan membandingkannya dengan baku mutu PP No. 22/2021 untuk kriteria air kelas III (ambang maksimum Cd: 0,01 mg/L). Metode. Penelitian dilaksanakan di tiga stasiun di anak Sungai Jeneberang (Oktober-Desember 2024). Sampel air diambil secara purposive sampling dan dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) sesuai SNI 6989.16:2009. Analisis data meliputi deskriptif komparatif terhadap baku mutu dan uji statistik (One Way ANOVA) untuk menentukan perbedaan signifikan antar stasiun. Hasil. Kadar Cd di Stasiun 1 dan 2 tidak terdeteksi (<0,0001 mg/L), sedangkan Stasiun 3 menunjukkan konsentrasi Cd 0,0001 mg/L. Semua stasiun berada di bawah ambang baku mutu (0,01 mg/L). Nilai Dissolved Oxygen (DO) rata-rata (3,73–5,01 mg/L) memenuhi kriteria kelas III (>3 mg/L), mengindikasikan kualitas air yang baik. Uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan kadar Cd antarstasiun (P-value >0,05). Kesimpulan. Anak Sungai Jeneberang masih berada dibawah ambang batas baku mutu kadmium (Cd) yang berarti perairan tersebut masih aman dari pencemaran logam kadmium (Cd).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: kadmium (Cd), Sungai Jeneberang, baku mutu air, AAS, PP No. 22/2021.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Sep 2025 00:42
Last Modified: 26 Sep 2025 00:42
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49818

Actions (login required)

View Item
View Item