HUBUNGAN RED CELL DISTRIBUTION WIDTH (RDW) DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) = THE CORRELATION OF RED CELL DISTRIBUTION WIDTH (RDW) WITH SEVERITY OF CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE (COPD)


MARICAR, MOCHAMAD CHAIDIR (2025) HUBUNGAN RED CELL DISTRIBUTION WIDTH (RDW) DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) = THE CORRELATION OF RED CELL DISTRIBUTION WIDTH (RDW) WITH SEVERITY OF CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE (COPD). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C185201004-Cover.png

Download (181kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C185201004-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (863kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C185201004-dp(FILEminimizer).pdf

Download (166kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C185201004-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 16 January 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit pernapasan kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang progresif dan inflamasi kronik pada paru.. Red Cell Distribution Width (RDW) adalah parameter hematologi yang mencerminkan variabilitas ukuran eritrosit. Peningkatan RDW telah dikaitkan dengan inflamasi sistemik dan disfungsi eritropoiesis, yang dapat mempengaruhi prognosis pasien PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara RDW dan derajat keparahan PPOK. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Data diperoleh dari rekam medis pasien PPOK yang menjalani pemeriksaan laboratorium RDW dan fungsi paru. Analisis statistik dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara RDW dan derajat keparahan PPOK berdasarkan kriteria Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara RDW dan tingkat keparahan PPOK (p < 0,001). Pasien dengan RDW-CV ≥ 16,1 seluruhnya dikategorikan dalam kelompok keparahan E (100%), sedangkan pasien dengan RDW-CV < 16,1 lebih banyak berada dalam kelompok A atau B. Selain itu, pasien dengan RDW-SD ≥ 53,8 semuanya berada dalam kategori keparahan berat (E). Analisis regresi menunjukkan bahwa RDW dapat menjadi prediktor tingkat keparahan PPOK. Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa peningkatan nilai Red Cell Distribution Width (RDW), terutama parameter RDW-CV, memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat keparahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan dapat digunakan sebagai biomarker dalam menentukan strategi penanganan pasien.

Keyword : PPOK, Red Cell Distribution Width (RDW), inflamasi, fungsi paru, biomarker

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: COPD, Red Cell Distribution Width (RDW), inflammation, pulmonary function, biomarker.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 26 Sep 2025 00:25
Last Modified: 26 Sep 2025 00:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49809

Actions (login required)

View Item
View Item