WAFIRA, NABIELA ULLY (2025) ANALISIS QUANTITATIVE ELECTROENCEPHALOGRAPHY (QEEG) PADA GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT = QUANTITATIVE ELECTROENCEPHALOGRAPHY (QEEG) ANALYSIS ON IMPAIRED COGNITIVE FUNCTION OF ACUTE ISCHEMIC STROKE PATIENTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C155202015-Cover.jpg
Download (425kB) | Preview
C155202015-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (788kB)
C155202015-dp(FILEminimizer).pdf
Download (818kB)
C155202015-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Gangguan kognitif yang terjadi setelah stroke iskemik akut secara signifikan berdampak pada kualitas hidup dan luaran hasil perawatan pasien. Alat skrining kognitif sederhana sering kali terbatasi dengan adanya kecacatan yang disebabkan oleh stroke. Quantitative Electroencephalography (QEEG) menawarkan sebuah alternatif untuk menilai aktivitas gelombang otak yang terkait dengan fungsi kognitif. Metode: Studi kasus-kontrol observasional ini membandingkan parameter QEEG (delta, theta, alfa, beta, Delta-Alpha Ratio [DAR], dan Delta-Theta-Alpha-Beta Ratio [DTABR]) antara pasien stroke iskemik akut dengan dan tanpa gangguan kognitif. Dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, penelitian ini melibatkan 40 pasien dengan onset stroke ≤7 hari, yang dinilai menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina). Rekaman QEEG dianalisis menggunakan perangkat lunak Neuroguide Deluxe, dan korelasi statistik antara parameter QEEG dan skor MoCA-Ina dievaluasi. Hasil: Pasien dengan gangguan kognitif menunjukkan peningkatan aktivitas gelombang delta dan theta, terutama pada sadapan frontal, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami gangguan. Dominasi gelombang lambat (DAR dan DTABR yang lebih tinggi) diamati pada pasien yang mengalami gangguan, yang berkorelasi dengan penurunan skor MoCA-Ina (delta: r = -0,563; theta: r = -0,387). Sebaliknya, gelombang cepat (alfa dan beta) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok. Nilai median DTABR secara signifikan lebih tinggi pada kelompok gangguan kognitif, yang mencerminkan kerusakan otak struktural dan fungsional yang lebih besar. Kesimpulan: Parameter delta, theta, DAR, dan DTABR dapat berfungsi sebagai biomarker untuk deteksi dini gangguan kognitif pada stroke iskemik akut. QEEG diusulkan sebagai alat skrining yang layak untuk meningkatkan prognosis dan manajemen, dengan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat perannya dalam memprediksi hasil kognitif jangka panjang.
Keyword : Elektroensefalografi Kuantitatif, Stroke Iskemik Akut, Gangguan Kognitif, Gelombang Otak.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Quantitative Electroencephalography, Acute Ischemic Stroke, Cognitive Impairment, Brain Waves. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Saraf |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 25 Sep 2025 23:53 |
| Last Modified: | 25 Sep 2025 23:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49808 |
