SYAHRANI, ASRIANI (2025) Struktur Komunitas Mangrove di Pulau Sagara Menggunakan Citra Sentinel-2 dan Aplikasi MonMang 2.0 = Mangrove Community Structure on Sagara Island Using Sentinel-2 Imagery and MonMang 2.0 Application. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L011211115-RCB6cqkVZytn3waf-20250425120852.jpg
Download (343kB) | Preview
L011211115-1-2.pdf
Download (2MB)
L011211115-dp.pdf
Download (631kB)
L011211115-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 April 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Mangrove adalah komunitas vegetasi pantai yang berkembang di wilayah tropis dan sub tropis. Komunitas ini didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh di daerah pasang surut pantai berlumpur. Susunan atau komposisi kuantitatif vegetasi mangrove yang meliputi jenis, jumlah individu, kepadatan, frekuensi, keragaman jenis, pola sebaran, dan indeks nilai penting disebut dengan struktur komunitas mangrove. Tujuan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas mangrove di Pulau Sagara, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, Indonesia. Penelitian ini meliputi jenis, jumlah tegakan, kepadatan, frekuensi, keragaman jenis, pola sebaran, dan indeks nilai penting dengan menggunakan citra Sentinel-2 dan aplikasi MonMang 2.0 serta melakukan pengukuran langsung di lapangan. Metode. Pada penelitian ini digunakan meliputi pengolahan citra satelit Sentinel-2A dengan klasifikasi unsupervised dan aplikasi MonMang 2.0. Hasil. Penelitian menunjukkan tiga jenis mangrove yang ditemukan pada lokasi penelitian, yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Sonneratia alba. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi komunitas mangrove memiliki penutupan dan kerapatan yang bervariasi dari padat hingga jarang. Mangrove jenis Rhizophora apiculata merupakan jenis yang memiliki Normalized Difference Vegetation Index (INP) paling tinggi untuk semua tingkat pertumbuhannya pada semua kelas mangrove. Nilai Mangrove Health Index (MHI) di empat stasiun menunjukkan kondisi mangrove yang tergolong sedang (moderate). Jenis sedimen di lokasi penelitian juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan mangrove. Berdasarkan hasil analisis, sedimen yang ditemukan di lima kelas mangrove terdiri dari pasir berlumpur (muddy sand) dan lumpur berpasir (sandy mud). Kesimpulan. Tingginya kelimpahan semaian dan rendahnya jumlah persentase sampah serta tebangan pohon mangrove di lokasi penelitian menunjukkan potensi keberlanjutan mangrove tersebut.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: monmang 2.0; pulau sagara; sentinel-2A; struktur komunitas mangrove |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 07:36 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 07:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49807 |
