NURYULIANA, NURYULIANA (2025) ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS AIR PADA LOKASI BUDIDAYA DAN TANPA BUDIDAYA RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DI KELURAHAN TAKALAR LAMA KECAMATAN MAPPAKASUNGGU KABUPATEN TAKALAR = COMPARATIVE ANALYSIS OF WATER QUALITY IN SEAWEED CULTIVATION LOCATIONS WITH AND WITHOUT SEAWEED CULTIVATION OF Eucheuma cottonii IN TAKALAR LAMA VILLAGE, MAPPAKASUNGGU DISTRICT, TAKALAR REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L011211064-evUXJwL9PYp42cl3-20250507090413.jpg
Download (380kB) | Preview
L011211064-1-2.pdf
Download (446kB)
L011211064-dp.pdf
Download (209kB)
L011211064-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 April 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Budidaya rumput laut, khususnya Eucheuma cottonii, merupakan kegiatan produktif yang memiliki potensi ekonomi tinggi di wilayah pesisir, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kualitas perairan. Kelurahan Takalar Lama di Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah yang potensial untuk budidaya ini, dengan keberadaan lokasi budidaya aktif dan lokasi tanpa budidaya yang dapat dijadikan pembanding dalam kajian kualitas air. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbandingan kualitas air antara kedua lokasi tersebut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kualitas air pada lokasi budidaya dan tanpa budidaya rumput laut Eucheuma cottonii. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel air di dua lokasi berbeda: lokasi budidaya dan tanpa budidaya. Parameter yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, kecepatan arus, kekeruhan, kecerahan, oksigen terlarut (DO), nitrat, dan fosfat. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan signifikan antar lokasi. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter kualitas air tidak berbeda secara signifikan antara kedua lokasi, kecuali suhu siang hari dan kecerahan yang menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05). Nilai parameter di lokasi budidaya umumnya lebih tinggi dibandingkan tanpa budidaya, kecuali pada nitrat yang lebih rendah. Secara umum, seluruh parameter masih berada dalam kisaran yang sesuai untuk budidaya Eucheuma cottonii. Kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lokasi budidaya dan tanpa budidaya rumput laut tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik pada sebagian besar parameter, kecuali suhu siang hari dan kecerahan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Eucheuma cottonii, Kualitas Air, Uji Mann-Whitney. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 07:18 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 07:18 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49802 |
