LATIF, IRWANSYAH FITRI (2025) ANALISIS HUBUNGAN KADAR INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR-1 (IGF-1) SERUM TERHADAP SEVERITAS PASIEN STROKE ISKEMIK = CORRELATION ANALYSIS OF INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR-1 (IGF-1) LEVEL ON SEVERITY IN ISCHEMIC STROKE PATIENTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C155202013-Cover.jpg
Download (344kB) | Preview
C155202013-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (502kB)
C155202013-dp(FILEminimizer).pdf
Download (498kB)
C155202013-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
vii ABSTRAK Latar belakang. Pemahaman kita mengenai patofisiologi stroke dan strategi pengobatannya telah sangat terbantu oleh penerapan biomarker di dalam bidang ini. Insulin-like growth factor-1 (IGF-1), sebuah neuroprotektan, adalah salah satu biomarker yang berpotensi untuk memprediksi hasil stroke. Penerapan biomarker dalam penelitian stroke telah secara signifikan meningkatkan pengetahuan kita tentang patogenesis stroke dan strategi terapeutik. Dengan sifat neuroprotektifnya, IGF-1 merupakan biomarker potensial untuk prediksi prognostik stroke. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan kadar IGF-1 serum dengan severitas pasien stroke iskemik. Metode. Penelitian observasional analitik potong lintang ini melibatkan 61 pasien stroke iskemik akut dan 21 kontrol normal. Penelitian dilakukan selama bulan Oktober-November 2024 di beberapa rumah sakit di Makassar, Indonesia. Pengukuran kadar IGF-1 serum dan tingkat keparahan stroke dinilai berdasarkan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) dilakukan pada saat pasien masuk rumah sakit. Hasil. Sebagian besar pasien stroke iskemik adalah laki-laki (54,8%) dengan median usia 56 (34-80) tahun. Sebagian besar sampel stroke iskemik akut mengalami stroke sedang hingga berat (NIHSS ≥5 : 51,6%). Kadar IGF-1 pada kelompok stroke secara signifikan lebih rendah daripada populasi normal pada usia yang sama (p=0,019). Tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar IGF-1 serum dan tingkat keparahan stroke pada saat masuk rumah sakit. Kesimpulan. Kadar IGF-1 lebih rendah pada pasien stroke iskemik dibandingkan dengan populasi normal, dan tidak terdapat hubungan antara kadar IGF-1 serum dengan tingkat keparahan stroke saat masuk rumah sakit.
Keyword : Stroke iskemik akut, Severitas, IGF-1, NIHSS.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Acute ischaemic stroke, Severity, IGF-1, NIHSS. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 07:15 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 07:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49799 |
