Analisis Kelimpahan Kepiting Rajungan (Portunus spp.) di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Dusun Kuri Caddi Kabupaten Maros Sulawesi Selatan = Analysis of the Abundance of Crab (Portunus spp.) in the Mangrove Rehabilitation Area of Kuri Caddi Hamlet, Maros Regency, South Sulawesi


RUBIANTY, UTARI (2025) Analisis Kelimpahan Kepiting Rajungan (Portunus spp.) di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Dusun Kuri Caddi Kabupaten Maros Sulawesi Selatan = Analysis of the Abundance of Crab (Portunus spp.) in the Mangrove Rehabilitation Area of Kuri Caddi Hamlet, Maros Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
L011211037-RrFxNPATa3Sgofc6-20250507134802.jpg

Download (380kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
L011211037-1-2.pdf

Download (416kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
L011211037-dp.pdf

Download (99kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
L011211037-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 April 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Salah satu tempat yang kaya akan keanekaragaman jenis mangrove dan ekosistem laut yang indah terletak di Sulawesi Selatan, tepatnya di Dusun Kuri Caddi. Dusun Kuri Caddi berada di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan berada jauh dari pusat kota dan dekat dengan pesisir pantai. Kuri Caddi merupakan salah satu tempat rehabilitasi yang telah dilakukan, Blue Forest Foundation masih bernama Mangrove Action Project (MAP) Indonesia pada tahun 2014. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh rehabilitasi mangrove terhadap banyaknya populasi kepiting. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan rajungan (Portunus spp.) di kawasan rehabilitasi mangrove di Kuri Caddi dan mengetahui peran rehabilitasi mangrove terhadap kelimpahan kepiting di Dusun Kuri Caddi. Metode. Penelitian ini berlangsung pada Mei 2024 – Maret 2025 melalui tahapan persiapan, penentuan titik stasiun, pengambilan sampel, pengukuran parameter oseanografi dan analisis data. Teknik pengambilan sampel kepiting dilakukan dengan memasang alat tangkap pada 4 stasiun dimana setiap stasiun dipasang 3 alat tangkap dengan 3 kali ulangan, stasiun 1 berada di lokasi mangrove alami dengan kerapatan yang tinggi sementara stasiun 2, 3 dan 4 berada di lokasi mangrove rehabilitasi dengan kepadatan sedang, pengukuran parameter oseanografi dilakukan langsung dilapangan. Hasil. Penelitian di kawasan rehabilitasi mangrove Dusun Kuri Caddi menunjukkan keberadaan kepiting rajungan (Portunus sp.) dalam fase juvenil di stasiun 2, 3, dan 4 (areal mangrove rehabilitasi), sementara stasiun 1 (areal mangrove alami) tidak menunjukkan adanya indikasi populasi rajungan. Analisis kuantitatif mengungkapkan bahwa kelimpahan, panjang, berat, dan bobot rajungan di stasiun 2 lebih tinggi dibandingkan stasiun lainnya. Kesimpulan. Rehabilitasi mangrove telah menunjukkan peran signifikan dalam mendukung kelimpahan rajungan di kawasan rehabilitasi mangrove Kuri Caddi. Keberadaan individu rajungan pada fase muda dan juvenil secara jelas mengindikasikan bahwa area mangrove yang direhabilitasi berfungsi sebagai habitat penting untuk mencari makan (feeding ground) dan sekaligus menjadi tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground) yang krusial bagi perkembangan awal populasi rajungan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kepiting; Mangrove; Parameter Oseanografi; Kuri Caddi
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Sep 2025 07:13
Last Modified: 24 Sep 2025 07:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49797

Actions (login required)

View Item
View Item