JUSNITA, JUSNITA (2025) Laju Deposisi Karbon Organik Pada Sedimen Mangrove di Lamurukung Kecematan Tellu Siattingge Kabupaten Bone = The rate of organic carbon deposition in mangrove sediments in Lamurukung, Tellu Siattinge District, Bone Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L011211028-dWg7jvqitN2cAUbw-20250505114021.jpg
Download (392kB) | Preview
L011211028-1-2.pdf
Download (455kB)
L011211028-dp.pdf
Download (150kB)
L011211028-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 April 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
JUSNITA. Laju Deposisi Karbon Organik Pada Sedimen Mangrove Di Lamurukung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone (dibimbing oleh Supriadi). Latar belakang. Mangrove merupakan vegetasi yang tumbuh di daerah pesisir yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan umumnya hidup pada daerah yang terlindungi dari hembusan angin secara langsung. Secara ekologis hutan mangrove berperan penting terhadap total budget karbon yang dimana tegakan magrove menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan mengubahnya menjadi karbon organik sebagai biomassa. Sedimen mangrove mempunyai kemampuan untuk menyimpan karbon lebih tinggi dari pada pohon mangrove itu sendiri. Tujuan. Mengetahui kondisi biofisik lingkungan vegetasi mangrove, konsentrasi karbon organik sedimen yang terdeposisi. Menganalisis laju sedimentasi dan deposisi karbon, hubungan antara kondisi biofisik mangrove dengan laju sedimentasi dan deposisi karbon di muara sungai Lamurukung. Metode. Pengukuran konsentasi karbon organik menggunakan metode Loss On Ignition (LOI). Hasil. Penelitian menunjukkan konsentrasi karbon organik berkisar antara 11.29% - 32.78%. Konsentrasi karbon organik tertinggi dari keseluruhan stasiun terdapat pada stasiun 1 Landward dengan nilai 32.78%, sedangkan untuk konsentrasi karbon organik terendah dari keseluruhan stasiun terdapat pada stasiun 2 Landward dengan nilai 11.29%. Laju sedimen berkisaran antara 0.002 g/cm2/hari - 0.175 g/cm2/hari. Laju sedimentasi tertinggi berada pada stasiun 1 Seaward dengan nilai 0.175 g/cm2/hari dan terendah berada pada stasiun 1 Landward dengan nilai 0.175 g/cm2/hari. Laju deposisi karbon organik di lokasi pengamatan didapatkan hasil bervariasi antara 6.74 MgC/ha/hari – 293.06 MgC/ha/hari. Laju deposisi karbon organik tertinggi berada pada stasiun 1 Seaward dengan nilai 293.06 MgC/ha/hari dan terendah berada pada stasiun 1 Landward dengan nilai 6.74 MgC/ha/hari. Kesimpulan. Laju sedimentasi dan deposisi karbon pada daerah seaward cenderung lebih tinggi dibanding daerah landward. Laju sedimentasi berkisar antara 0.002 g/cm2/hari - 0.175 g/cm2/hari, sedangkan laju deposisi karbon berkisar antara 6.74 MgC/ha/hari – 293.06 MgC/ha/hari. Lama perendaman dan kerapatan mangrove merupakan dua faktor biofisik utama yang menjadi penyebab perbedaan laju sedimentasi dan deposisi karbon pada vegetasi mangrove di muara sungai Lamurukung Kabupaten Bone.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Mangrove; karbon organik; laju sedimentasi; laju deposisi |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 07:11 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 07:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49795 |
