RAMBU, FEBRINA (2025) HUBUNGAN ANTARA KADAR NEUTROFIL LIMFOSIT RATIO DAN INTERLEUKIN-17A DENGAN INTENSITAS NYERI CAMPURAN (NOSISEPSI DAN NEUROPATIK) DAN DERAJAT HERNIA NUKLEUS PULPOSUS PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH = THE RELATIONSHIP BETWEEN NEUTROFIL LYMPHOCYTE RATIO AND INTERLEUKIN-17A LEVELS WITH MIXED PAIN INTENSITY (NOCICEPTIVE AND NEUROPATHIC) AND DEGREE OF HERNIATED NUCLEUS PULPOSUS IN LOW BACK PAIN PATIENTS ). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C155202004-Cover.jpeg
Download (452kB) | Preview
C155202004-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (913kB)
C155202004-dp(FILEminimizer).pdf
Download (133kB)
C155202004-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 30 January 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang dan Tujuan: Nyeri punggung bawah (LBP) mempengaruhi 80% individu di seluruh dunia dan menyebabkan kecacatan yang signifikan. Gangguan disk intervertebralis (IDD), penyebab utama LBP, mengakibatkan nyeri kronis, gangguan fungsi, dan tantangan ekonomi. Proses degeneratif, sitokin inflamasi, dan matriks ekstraseluler yang terganggu memainkan peran kunci dalam patologi IDD. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara rasio neutrofil-limfosit serum (NLR) dan kadar interleukin-17A (IL-17A) pada pasien dengan nyeri punggung bawah (LBP) akibat herniasi nukleus pulposus (HNP), neuropatik, dan intensitas nyeri nociceptive. Bahan dan Metode: Studi potong lintang observasional ini dilakukan pada pasien dengan HNP. Diagnosis HNP didasarkan pada temuan radiologis. Alat penilaian NRS digunakan untuk mengukur intensitas nyeri. NLR dihitung dari tes darah rutin, dan kadar IL-17A diukur dengan metode ELISA. Hasil: Studi ini melibatkan 62 pasien HNP, sebagian besar laki-laki (51,6%), dengan usia rata-rata 45,5 tahun. Tingkat keparahan HNP menunjukkan ekstrusi (40,3%), protrusi (38,7%), dan pembengkakan (21,0%). Median NLR adalah 2,34, dan IL-17A adalah 129,65 pg/mL. NLR berkorelasi positif dengan NRS nociceptive (r = 0.472) dan NRS neuropatik (r = 0.345), sementara IL-17A berkorelasi dengan NRS nociceptive (r = 0.518) dan NRS neuropatik (r = 0.390). NLR berbeda secara signifikan antara derajat HNP (p = 0.010). Namun, IL-17A tidak menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,144). Kesimpulan: Korelasi signifikan ditemukan antara tingkat NLR dan NRS nyeri nociceptive/neuropatik pada pasien HNP, serta tingkat IL-17A. NLR bervariasi secara signifikan berdasarkan tingkat keparahan HNP, menunjukkan potensinya sebagai biomarker. Namun, IL-17A tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan tingkat keparahan HNP, menunjukkan perannya dalam peradangan daripada perkembangan penyakit.
Keyword : Herniated nucleus pulposus, low back pain, neutrophil-lymphocyte ratio, interleukin-17A.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Herniated nucleus pulposus, low back pain, neutrophil-lymphocyte ratio, interleukin-17A. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 07:08 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 07:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49791 |
