Kontribusi Mangrove Terhadap Peningkatan Nutrien Perairan Pantai Kuri Caddi, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros = Mangrove contribution to increased nutrients Kuri Caddi Beach waters, Marusu District, Maros Regency


ALEGRA, ANEKE SHIVA (2025) Kontribusi Mangrove Terhadap Peningkatan Nutrien Perairan Pantai Kuri Caddi, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros = Mangrove contribution to increased nutrients Kuri Caddi Beach waters, Marusu District, Maros Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
L011211004-Flya9XVJ6vwsAY0e-20250425152411.jpg

Download (336kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
L011211004-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
L011211004-dp.pdf

Download (486kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
L011211004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 April 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Hutan mangrove merupakan kawasan penting untuk berbagai keperluan dan aktivitas dalam bidang perikanan, pariwisata, industri dan sebagainya yang berada di perairan pesisir dan laut. Suatu perairan tergolong kaya akan sumberdaya perairan jika perairan tersebut memiliki tingkat kesuburan tinggi dapat dilihat dari produktifitas perairannya. Penanaman mangrove pada kolam tambak dapat meningkatkan produktivitas tambak. Proses penguraian memberikan suplai bahan anorganik dalam hal ini nutrien. Tujuan. Mengetahui distribusi bahan organik terlarut (BOT), nitrat dan fosfat di sekitar mangrove dan menganalisis parameter yang berperan dalam distribusi bahan organik, nitrat dan fosfat di sekitar mangrove Kuri Caddi, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Metode. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2024 di kawasan hutan mangrove Pantai Kuri Caddi melalui tahapan persiapan, penentuan stasiun, pengambilan data, pengukuran dan pengolahan data. Hasil. Didapatkan bahwa konsentrasi Bahan Organik Terlarut berkisar 33,87-50,20 mg/L dengan rata-rata 41,750 mg/L, nilai Nitrat berkisar antara 0.05-0,11 mg/L dengan rata-rata 0,800 mg/L dan nilai Fosfat berkisar 0,02-0,07 mg/L dengan rata-rata 0,493 mg/L. Hasil regresi linear sederhana antara Nutrien dengan Bahan Organik Terlarut pada perairan yaitu y=0.0022x – 0.0214, R2= 0.4196 dengan nilai signifikan p= 0,006 dan y=0.0011x – 0.0037, R2= 0.4402 dengan nilai signifikan p=0,002. Hasil uji Principal Component Analysis menunjukkan bahwa perbandingan antara sumbu F1, F2 dan F3 adalah 96,41 mg/L yang berkorelasi kuat. Kesimpulan. Rehabilitasi mangrove meningkatkan konsentrasi BOT di perairan sekitar mangrove. Bahan Organik Terlarut (BOT) tertinggi pada lokasi aliran air laut menuju ke mangrove dan tambak. Nitrat tertinggi pada lokasi dekat aliran pembuangan tambak menuju ke mangrove rehabilitasi. Fosfat tertinggi pada lokasi tambak tanpa campuran aliran dari laut dan sedikitnya tanaman mangrove. Bahan Organik Terlarut (BOT) dengan nitrat dan fosfat memiliki hubungan kuat dan signifikan. Perubahan kadar nitrat dan fosfat berpengaruh terhadap nilai BOT pada lokasi penelitian. Kelompok penciri stasiun terdiri dari tiga kelompok yaitu kelompok 1 dicirikan oleh parameter fosfat, suhu dan salinitas pada stasiun 1 dan stasiun 4. Kelompok 2 dicirikan oleh parameter nitrat, pH dan DO pada stasiun 2 dan stasiun 5. Kelompok 3 dicirikan oleh BOT pada stasiun 1.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Mangrove, Nitrat, Fosfat, Bahan Organik, Pantai Kuri Caddi
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Sep 2025 07:04
Last Modified: 24 Sep 2025 07:04
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49790

Actions (login required)

View Item
View Item