STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS EPIFAUNA PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU SANANE, KABUPATEN PANGKEP = COMMUNITY STRUCTURE OF MACROZOOBENTHOS EPIFAUNA IN SEAGRASS ECOSYSTEM IN THE WATERS OF SANANE ISLAND, PANGKEP REGENCY


BUA, ERICHA RANNU KADANG (2025) STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS EPIFAUNA PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU SANANE, KABUPATEN PANGKEP = COMMUNITY STRUCTURE OF MACROZOOBENTHOS EPIFAUNA IN SEAGRASS ECOSYSTEM IN THE WATERS OF SANANE ISLAND, PANGKEP REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
L011191148-IVFQiswrWxGAeYj1-20250515183541.jpg

Download (395kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
L011191148-1-2.pdf

Download (454kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
L011191148-dp.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
L011191148-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 May 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Padang lamun berfungsi sebagai habitat bagi berbagai organisme laut, termasuk makrozoobentos. Ditemukannya makrozoobentos di lamun menunjukkan terdapat interaksi antara keduanya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan struktur komunitas makrozoobentos, jenis dan kerapatan lamun serta hubungannya dengan parameter lingkungan. Metode. Sampling dilakukan pada 4 stasiun menggunakan transek line sepanjang 50m, transek kuadran 1 x 1m untuk makrozoobentos dan 50 x 50cm untuk lamun. Sampling dilakukan dengan meletakkan transek pada area yang terdapat makrozoobentos kemudian diletakkan transek lamun di atasnya. Hasil. Ditemukan 38 spesies makrozoobentos dengan total 274 individu dari 4 kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia, Echinoidea dan Asteroidea yang termasuk ke dalam 2 filum, yaitu Mollusca dan Echinodermata. Kepadatan makrozoobentos tertinggi diperoleh pada Stasiun 2 (8,27 ind/m2) dan terendah ditemukan pada Stasiun 4 (2,24 ind/m2). Ditemukan 6 jenis lamun, kerapatan tertinggi yaitu Cymodocea rotundata dengan rata-rata 174 ind/m2 dan terendah yaitu Enhalus acoroides dengan rata-rata 5 ind/m2. Terdapat hubungan positif antara kepadatan makrozoobentos dengan kerapatan lamun (p< 0,05). Analisis PCA menunjukkan 4 pengelompokan berdasarkan karakteristik lingkungannya: Stasiun 1 (tinggi Bivalvia), Stasiun 2 (pH, BOT, suhu, tinggi Gastropoda dan Asteroidea), Stasiun 3 (substrat pasir), dan Stasiun 4 (salinitas, kepadatan Echinoidea). Kesimpulan. Ditemukan 274 individu makrozoobentos berasal dari 38 spesies yang didominasi Strombus labiatus, S. urceus, dan Astropecten spinulosus. Ditemukan 6 jenis lamun, jenis yang mendominasi ialah C. rotundata dan Halophila ovalis. Terdapat hubungan positif antara kerapatan lamun dan kepadatan makrozoobentos. Analisis PCA mengindikasikan bahwa BOT, salinitas, dan pH mempengaruhi kelimpahan dan kepadatan spesies tertentu dari makrozoobentos.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: makrozoobentos, lamun, Pulau Sanane
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Sep 2025 07:00
Last Modified: 24 Sep 2025 07:00
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49787

Actions (login required)

View Item
View Item