KUSMAWAN, I GUSTI PUTU YOGA (2025) GeneXpert MTB Sebagai Alternatif Terhadap Uji Baku Emas Mikrobiologi Dalam Diagnosis Tuberkulosis Tulang Belakang: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis = GeneXpert MTB As an Alternative to Gold Standard Microbiological Assays in Diagnosis of Spinal Tuberculosis: a Systematic Review and Meta-Analysis. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C145201003-Cover.jpg
Download (343kB) | Preview
C145201003-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (300kB)
C145201003-dp(FILEminimizer).pdf
Download (145kB)
C145201003-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 20 March 2026.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Secara epidemiologi, penyakit ini masih menjadi masalah umum di seluruh dunia, dengan angka kejadian infeksi tuberkulosis mencapai 120 kasus per 100.000 orang secara global pada tahun 2016. Kejadian tuberkulosis tulang belakang mencakup 1-5% dari keseluruhan kasus tuberkulosis, dengan tuberkulosis tulang belakang sendiri merupakan 50% dari semua kasus tuberkulosis yang menyerang tulang dan sendi. Metode pemeriksaan GeneXpert merupakan metode diagnostik yang memanfaatkan teknologi amplifikasi asam nukleat (NAAT) untuk mendeteksi keberadaan Mycobacterium tuberculosis pada spesimen klinis, seperti sputum, cairan serebrospinal (CSF), atau biopsi jaringan. Namun, hingga saat ini belum ada konsensus mengenai penggunaan GeneXpert sebagai metode standar untuk mendiagnosis tuberkulosis tulang belakang, dan penelitian mengenai validitas metode GeneXpert sebagai standar untuk mendiagnosis tuberkulosis tulang belakang masih dianggap sangat minim. Metode: Kami menyertakan semua studi uji coba terkontrol acak (RCT) Inggris dan Indonesia, studi uji coba terkontrol acak semu (qRCT), studi observasional (termasuk studi kohort dan cross-sectional). Kami menyertakan semua studi yang membandingkan spesifisitas dan sensitivitas uji mikrobiologi (termasuk kultur mikrobiologi, pewarnaan basil tahan asam, dan metode PCR) dengan metode GeneXpert dalam mendiagnosis tuberkulosis tulang belakang. Kata kunci pencarian yang digunakan adalah "Tuberkulosis tulang belakang," "Penyakit Pott," "Kultur mikrobiologi," "Pewarnaan basil tahan asam", "Reaksi berantai polimerase", "GeneXpert," "Diagnostik," "Spesifisitas," dan "Sensitivitas." Hasil: Sebanyak empat belas penelitian yang terdiri dari kohort retrospektif, kohort prospektif, dan desain cross-sectional disertakan. GeneXpert menunjukkan sensitivitas gabungan sebesar 92% (85–96%) dan spesifisitas sebesar 71% (51–86%) dibandingkan dengan kultur. Apusan AFB memiliki spesifisitas tertinggi sebesar 80% (70–88%) tetapi sensitivitas terendah sebesar 27% (20–35%). PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas masing-masing sebesar 83% (67–92%) dan 58% (31–81%). Heterogenitas substansial ditemukan di seluruh penelitian Kesimpulan: Penelitian ini menyoroti bahwa GeneXpert memiliki sensitivitas tinggi dan spesifisitas sedang dalam mendiagnosis tuberkulosis tulang belakang, menjadikannya alternatif untuk metode konvensional. Namun, validasi lebih lanjut melalui penelitian intervensional yang lebih besar diperlukan untuk menstandardisasi penggunaannya dalam praktik klinis.
Keyword : Tuberkulosis, tuberkulosis tulang belakang, GeneXpert, kultur mikrobiologi, Mycobacterium tuberculosis
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis, tuberkulosis tulang belakang, GeneXpert, kultur mikrobiologi, Mycobacterium tuberculosis. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Orthopedi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 06:53 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 06:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49784 |
