Hubungan Karier Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan Surgical Site Infection Pasca Tindakan Pembedahan Orthopedi pada RS Pendidikan (Teaching Hospital) Universitas Hasanuddin Makassar = Correlation of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Carriers with Incidence of Surgical Site Infection In Orthopedic Surgery Patients in Hasanuddin University Teaching Hospital Makassar


ARDEN, FERDINAND (2025) Hubungan Karier Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan Surgical Site Infection Pasca Tindakan Pembedahan Orthopedi pada RS Pendidikan (Teaching Hospital) Universitas Hasanuddin Makassar = Correlation of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Carriers with Incidence of Surgical Site Infection In Orthopedic Surgery Patients in Hasanuddin University Teaching Hospital Makassar. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C145201001-Cover.jpg

Download (392kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C145201001-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (390kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C145201001-dp(FILEminimizer).pdf

Download (133kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C145201001-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 3 November 2025.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Infeksi luka operasi (SSI) merupakan komplikasi yang sangat serius dalam bedah ortopedi. Staphylococcus aureus yang resistan terhadap methicillin (MRSA) merupakan organisme yang terkenal dalam SSI, terutama pada pasien ortopedi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan memahami hubungan antara pembawa MRSA dan tingkat SSI yang disebabkan oleh MRSA pada pasien ortopedi. Metode. Dilakukan investigasi kohort secara prospektif pada pasien yang dirawat di Departemen Ortopedi antara April - Agustus 2023. Sampel diambil sebelum operasi dari hidung dan pascaoperasi pada luka bedah. Semua sampel ditumbuhkan dalam MeReSa Agar dan ditetapkan positif dengan karakteristik MRSA. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS statistik. Perbedaan signifikan antarkelompok dinilai menggunakan uji Chi-square atau uji eksak Fisher. Signifikansi statistik ditetapkan pada p < 0,05. Hasil. Diperoleh 526 usapan hidung pasien dan 140 (26,6%) sampel positif MRSA. Studi ini mengungkap hubungan signifikan antara pembawa MRSA dan faktor-faktor yaitu riwayat rawat baru-baru ini (OR: 1,81; 95% CI:172 2,795; p = 0,007), riwayat merokok (OR: 155; 95% CI: 1,011 2,383; p= 0.044), dan paparan antibiotik (OR: 2,19; 95% CI: 1,305 3,703; p=0,003). Temuan ini menunjukkan hubungan signifikan antara SSI dan faktor-faktor berikut, yakni riwayat paparan antibiotik (OR: 2,89; 95% CI: 1,264 - 6,566; p = 0,003), volume kehilangan darah > 500 ml (OR: 2,522; 95% CI: 1,245 5,108; p=0,008), dan luka bedah yang terkontaminasi (OR: 5,97; 95% CI: 2,907 12,266; p = 0,001). Pasien dengan pembawa MRSA cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami SSI MRSA dengan rasio peluang 3,44 (95% CI: 1,13 -10,48; p = 0,047). Kesimpulan. Penelitian ini menyoroti peningkatan risiko pembawa MRSA pada pasien dengan riwayat merokok, baru saja dirawat di rumah sakit, dan terpapar antibiotik. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor risiko potensial untuk SSI, seperti paparan antibiotik sebelumnya, kehilangan darah, dan luka yang terkontaminasi. Lebih jauh, penelitian ini menetapkan hubungan antara kolonisasi MRSA dan SSI MRSA yang menekankan pentingnya strategi dekolonisasi. Diperlukan studi prospektif multisenter lebih lanjut untuk menguraikan temuan studi ini.

Keyword : pembawa MRSA; pasien ortopedi; infeksi tempat operasi; MRSA SSI.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Pembawa MRSA; pasien ortopedi; infeksi tempat operasi; MRSA SSI.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Orthopedi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 24 Sep 2025 05:41
Last Modified: 24 Sep 2025 05:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49783

Actions (login required)

View Item
View Item