HASNA, HASNA (2024) Hubungan Interleukin-4 (IL-4) dengan Interferon-Gamma (IFN-) dan Eosinophil to Lymphocyte Ratio (ELR) Pada Kejadian Allergic Transfusion Reaction (ATR) = Correlation Between Interleukin-4 (IL-4) with Interferon-Gamma (IFN-) and Eosinophil To Lymphocyte Ratio (ELR) in Allergic Transfusion Reaction (ATR). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C085211007-Cover.png
Download (242kB) | Preview
C085211007-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (364kB)
C085211007-dp(FILEminimizer).pdf
Download (62kB)
C085211007-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 3 January 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Pemberian transfusi pada umumnya merupakan tindakan yang aman namun memberikan risiko berupa reaksi transfusi, salah satunya adalah Allergic transfusion reaction (ATR). Reaksi transfusi ini tercatat memiliki prevalensi yang lebih tinggi dari beberapa reaksi transfusi lainya. Penyakit alergi telah dikaitkan erat dengan respons imun T helper 2 (Th2), yang ditandai dengan kadar interleukin (IL) IL-4, IL-5, IL-9, dan IL-13 yang tinggi. Sitokin ini mengatur perekrutan dan aktivasi berbagai sel efektor, seperti eosinofil dan sel mast. Interferon- merupakan sitokin efektor Th1 utama, telah terbukti penting untuk resolusi imunopatologi terkait alergi. Interferon- memberikan efek penghambatan langsung pada sitokin Th2. Eosinophil to Lymphocyte Ratio (ELR) merupakan indikator peradangan yang sudah dikenal luas. Penelitian dengan desain cross sectional ini menggunakan sampel subjek ATR. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 55 sampel yang terdiri dari 39 ATR dan 16 sampel non ATR (kontrol), dari sampel ATR dikumpulkan 17 sampel pre transfusi dan post transfusi. Kadar IL-4, IFN-- diperiksakan menggunakan metode ELISA. Data dianalisis secara statistik dengan uji Kolmogorov Smirnov, Man Whitney, Wilcoxon-Signed dan Spearman. Hasil penelitian diperoleh median kadar IL-4 signifikan lebih tinggi pada ATR dibandingkan kontrol (17,48; 6,50; p<0,05) dan signifikan meningkat pada post transfusi dibandingkan pre transfusi (17,61; 8,09; p<0,05). Median IFN- lebih tinggi pada kontrol dibandingkan ATR (3,22; 3,07; p>0,05), dan menurun pada pre post transfusi dibandingkan pre transfsui (4,36; 5,91; p>0,05). Median ELR lebih tinggi pada ATR dibandingkan kontrol (0,025; 0,007; p>0,05). Ditemuka korelasi lemah antara IL-4, IFN- dan ELR.
Keyword : Transfusi, ATR, IL-4, IFN-, ELR.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Transfusion , ATR, IL-4, IFN- g, ELR. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Patologi Klinik |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 05:09 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 05:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49773 |
