KADAR BETA-2 MICROGLOBULIN SERUM DAN URINE ALBUMIN CREATININE RATIO PADA PENYAKIT GINJAL KRONIS = SERUM BETA-2 MICROGLOBULIN LEVELS AND URINE ALBUMIN CREATININE RATIO IN CHRONIC KIDNEY DISEASE


WINARSI, WINARSI (2024) KADAR BETA-2 MICROGLOBULIN SERUM DAN URINE ALBUMIN CREATININE RATIO PADA PENYAKIT GINJAL KRONIS = SERUM BETA-2 MICROGLOBULIN LEVELS AND URINE ALBUMIN CREATININE RATIO IN CHRONIC KIDNEY DISEASE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C085211006-Cover.jpg

Download (290kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C085211006-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C085211006-dp(FILEminimizer).pdf

Download (158kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C085211006-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 31 December 2026.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif. Deteksi dini dan pemantauan kerusakan ginjal sangat penting untuk meningkatkan hasil pengobatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar Beta-2 Microglobulin (β2M) serum dan Urine Albumin Creatinine Ratio (UACR) sebagai biomarker untuk menilai fungsi ginjal pasien PGK. Metode: Suatu studi potong lintang yang melibatkan 56 subjek PGK di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Kadar β2M serum diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), dan UACR dihitung dari sampel urin sewaktu. Data dianalisis secara statistik dengan Mann-Whitney test, Kruskal-Wallis test, dan Spearman’s Correlation test. Hasil: Nilai median kadar β2M serum signifikan lebih tinggi pada PGK yaitu 2540,70 ng/mL dengan rentang 2336,61-2682,49 ng/mL dibandingkan dengan kelompok kontrol 2146,35 ng/mL dengan rentang 1726,12-2320,22 ng/mL (p<0,05). Median kadar β2M serum ditemukan signifikan paling tinggi pada makroalbuminuria dan paling rendah pada normoalbuminuria (p=0,004). Ada korelasi positif yang signifikan antara kadar β2M serum dan UACR (p=0,005, r=0,370), dan korelasi negatif yang signifikan antara kadar β2M serum dengan eGFR (nilai p=0,000; r=-0,810). Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan median kadar β2M serum pada PGK dengan normoalbuminuria, mikroalbuminuria dan makroalbuminuria. Penelitian ini juga menemukan bahwa kadar β2M serum memiliki korelasi positif yang signifikan dengan UACR pada pasien dengan PGK. Semakin tinggi kadar β2M serum, semakin tinggi pula nilai UACR, yang mengindikasikan adanya kerusakan ginjal.

Kata Kunci: Penyakit Ginjal Kronis, Beta-2 Microglobulin, Urine Albumin Creatinine Ratio, biomarker, fungsi ginjal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Chronic Kidney Disease, Beta-2 Microglobulin, Urine Albumin Creatinine Ratio, biomarker, kidney function.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Patologi Klinik
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 24 Sep 2025 03:23
Last Modified: 24 Sep 2025 03:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49769

Actions (login required)

View Item
View Item