HUBUNGAN KADAR FIBROBLAST GROWTH FACTOR 23 DAN Urine Albumin Creatinine Ratio (UACR) PADA PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RS WAHIDIN SUDIROHUSODO = THE CORRELATION BETWEEN FIBROBLAST GROWTH FACTOR 23 LEVELS AND URINE ALBUMIN CREATININ RATIO(UACR) IN CHRONIC KIDNEY DISEASE AT WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL


TUMBOL, YELLY WISYE (2024) HUBUNGAN KADAR FIBROBLAST GROWTH FACTOR 23 DAN Urine Albumin Creatinine Ratio (UACR) PADA PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RS WAHIDIN SUDIROHUSODO = THE CORRELATION BETWEEN FIBROBLAST GROWTH FACTOR 23 LEVELS AND URINE ALBUMIN CREATININ RATIO(UACR) IN CHRONIC KIDNEY DISEASE AT WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C085211004-Cover.png

Download (286kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C085211004-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (747kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C085211004-dp(FILEminimizer).pdf

Download (52kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C085211004-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 31 December 2026.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

YELLY TUMBOL. Hubungan Kadar Fibroblast Growth Factor 23 dan Urine Albumin Creatinine Ratio pada Penyakit Ginjal Kronik (Dibimbing oleh Yuyun Widaningsih dan Mansyur Arif) LATAR BELAKANG: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Prevalensi PGK berkisar antara 10% hingga 14% pada populasi umum. Penyakit ginjal kronis dapat menimbulkan komplikasi seperti gangguan mineral dan tulang. Fibroblast Growth Factor 23, UACR, dan PGK saling terkait dalam patofisiologi dan progresi penyakit ginjal, namun hubungan FGF-23 dengan UACR belum sepenuhnya dipahami. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar FGF 23 dan UACR pada subjek PGK. METODE: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 50 pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi mulai dari bulan Juni - Agustus 2024 di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Pemeriksaan FGF-23 menggunakan sampel serum dengan metode ELISA dan UACR menggunakan sampel urin dengan metode imunoturbidimetri. Data dianalisis dengan SPSS Versi 25 menggunakan uji statistik yang sesuai. HASIL: Kadar FGF-23 serum berkisar antara 15,37-17,08 ng/mL dengan rata-rata 15,98±0,37 ng/mL, sedangkan UACR bervariasi antara 41-8264 mg/g dengan rata-rata 1617,32±2038,51 mg/g. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar FGF-23 dengan nilai UACR (p < 0,05). KESIMPULAN: Terdapat hubungan signifikan antara kadar serum FGF-23 dan UACR pada subjek PGK. Peningkatan kadar FGF-23 berkorelasi dengan peningkatan UACR yang mengindikasikan adanya kerusakan ginjal yang lebih parah. Temuan ini dapat membantu dalam manajemen PGK dan penanganan komplikasinya.

Keyword : PGK, FGF-23, UACR, eLFG.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: CKD, FGF-23, UACR, eGFR.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Patologi Klinik
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 24 Sep 2025 02:54
Last Modified: 24 Sep 2025 02:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49760

Actions (login required)

View Item
View Item