LITERATURE REVIEW : PERBANDINGAN BERKUMUR DENGAN CHLORHEXIDINE DAN AIR GARAM PADA PENYEMBUHAN LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI


IFFAT, MUHAMMAD IBNU (2025) LITERATURE REVIEW : PERBANDINGAN BERKUMUR DENGAN CHLORHEXIDINE DAN AIR GARAM PADA PENYEMBUHAN LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J011211112-M0Nq4ZxwCvS1RzTY-20250515210414.jpeg]
Preview
Image
J011211112-M0Nq4ZxwCvS1RzTY-20250515210414.jpeg

Download (255kB) | Preview
[thumbnail of J011211112-1-2.pdf] Text
J011211112-1-2.pdf

Download (285kB)
[thumbnail of J011211112-dp.pdf] Text
J011211112-dp.pdf

Download (17kB)
[thumbnail of J011211112-fulll.pdf] Text
J011211112-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Agen antimikroba merupakan faktor yang dapat mempercepat penyembuhan luka pasca pencabutan gigi. Agen antimikroba seperti Chlorhexidine dan Air garam yang paling banyak digunakan praktisi perawatan kesehatan mulut untuk mengurangi beban bakteri di dalam rongga mulut dengan mencegah dan menengani komplikasi pasca pencabutan gigi. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan antara dua agen antiseptik yang sering digunakan di kalangan masyarakat untuk berkumur, yaitu chlorhexidine dan air garam yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka pasca pencabutan gigi. Metode: Jenis penulisan ini adalah studi pustaka literature review dan metode pengumpulan yang dilakukan berupa metode dokumentasi. Tinjauan Pustaka: CHX memiliki efek antimikroba terhadap bakteri, penyebab berbagai penyakit mulut. Secara in vitro, efek anti-bakteri dari CHX semuanya berhubungan dengan perubahn permeabilitas membrane sel. Pada konsentrasi rendah (0,02%) CHX menyebabkan perpindahan Ca2+ dam Mg2+ serta hilangnya K+ dari dinding sel, menghadirkan efek bakteriostatik. Air garam sebagai obat kumur memiliki efek anti-inflamasi, anti-plak dan dapat digunakan pada penyembuhan luka dan komplikasi setelah gigi ekstraksi. Selain itu beberapa manfaatnya antara lain keamanan efektifitas biaya, dan kemudahan akses. Namun, penggunaan obat kumur air asin lebih banyak digunakan secara empiris oleh dokter dan masyarakat umum. Kesimpulan: CHX dan Air garam memiliki kandungan bakteriostatik yang efektif sebagai agen penyembuhan luka pasca pencabutan gigi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > Pendidikan Dokter Gigi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 15 Oct 2025 03:23
Last Modified: 15 Oct 2025 03:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49677

Actions (login required)

View Item
View Item