Ruslan, Ruslan (2025) COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELAKSANAAN FESTIVAL MALABOT TUMBE DI KABUPATEN BANGGAI LAUT = COLLABORATIVE GOVERNANCE IN IMPLEMENTING THE MALABOT TUMBE FESTIVAL IN BANGGAI LAUT DISTRICT. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
![[thumbnail of Cover]](/48675/1.hassmallThumbnailVersion/E042222012-fR6txpVNywX0kben-20250308163721.jpg)

E042222012-fR6txpVNywX0kben-20250308163721.jpg
Download (334kB) | Preview
![[thumbnail of Bab 1-2]](/style/images/fileicons/text.png)
E042222012-1-2.pdf
Download (447kB)
![[thumbnail of Dapus]](/style/images/fileicons/text.png)
E042222012-Dp.pdf
Download (147kB)
![[thumbnail of Full Text]](/style/images/fileicons/text.png)
E042222012-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 January 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Ruslan. Collaborative Governance dalam Pelaksanaan Budaya Festival Malabot Tumbe Di Kabupaten Banggai Laut. Di bawah bimbingan Pawennari Hijjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana bentuk-bentuk collaborative governance, struktur sosial yang terlibat dan mendukung, serta faktor-faktor penentu dan penghambat terciptanya budaya collaborative governance dalam upaya pelestarian budaya melalui festival Malabot Tumbe di Kabupaten Banggai Laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan informan sebanyak 10 orang, dengan lokasi penelitian di Kabupaten Banggai Laut, Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai sebagai lokasi pelaksanaan rangkaian festival Malabot Tumbe, dilaksanakan pada 10-17 Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Malabot Tumbe di Kabupaten Banggai Laut mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian budaya lokal melalui pendekatan collaborative governance. Pemerintah daerah, tokoh adat, masyarakat, sektor swasta, dan media bekerja sama untuk memastikan kelangsungan tradisi ini. Kepercayaan, komunikasi efektif, kepemimpinan visioner, dan dukungan sumber daya menjadi faktor kunci. Namun, tantangan seperti perbedaan kepentingan, keterbatasan anggaran, dan minimnya partisipasi kelompok tertentu tetap ada. Dengan evaluasi berkelanjutan, festival ini memberi dampak positif dalam pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, pariwisata, dan penguatan identitas kolektif masyarakat, menjadikannya contoh keberhasilan dalam pengembangan budaya dan daerah.
Item Type: | Thesis (Thesis) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | malabot tumbe, collaborative governance, budaya, festival budaya |
Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi |
Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
Date Deposited: | 28 Aug 2025 01:47 |
Last Modified: | 28 Aug 2025 01:47 |
URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/48675 |