NURLINA, NURLINA (2025) PRODUKTIVITAS PENYADAPAN DAN PENGOLAHAN NIRA AREN (ARENGA PINNATA MERR.) DI DESA BETAO, KECAMATAN PITU RIAWA, KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG, SULAWESI SELATAN = PRODUCTIVITY OF TAPING AND PROCESSING OF PALM NIRA (ARENGA PINNATA MERR.) IN BETAO VILLAGE, PITU RIAWA DISTRICT, SIDENRENG RAPPANG DISTRICT, SOUTH SULAWESI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
![[thumbnail of Cover]](/48337/1.hassmallThumbnailVersion/M011181074-s2tyMRgXHiw1CL7S-20250321155114.jpeg)

M011181074-s2tyMRgXHiw1CL7S-20250321155114.jpeg
Download (48kB) | Preview
![[thumbnail of Bab 1-2]](/style/images/fileicons/text.png)
M011181074-zUrESYRWeLIJfKsP-20250321155114.pdf
Download (256kB)
![[thumbnail of Dapus]](/style/images/fileicons/text.png)
M011181074-JW853vDM7weYjNVS-20250321155114.pdf
Download (73kB)
![[thumbnail of Fulltext]](/style/images/fileicons/text.png)
M011181074-Tikj6hEZMtlm5szf-20250321155114.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 February 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan salah satu sumber daya hutan yang memiliki potensi ekonomi tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk industri. Meskipun demikian, pengelolaan tanaman aren sebagian besar masih dilakukan oleh petani secara kecil-kecilan dan belum berkembang dalam skala besar. Berbagai bagian tanaman aren, seperti akar untuk obat tradisional, batang untuk berbagai peralatan, serta hasil produksi seperti buah dan nira, memiliki banyak kegunaan, terutama sebagai bahan makanan dan minuman. Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, seperti nira aren, menjadi kegiatan utama dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan data kualitatif serta analisis kuantitatif untuk mengukur produktivitas penyadapan nira aren. Penelitian dilaksanakan di Desa Betao, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, yang menunjukkan bahwa teknik penyadapan dilakukan pada pagi dan sore hari, menggunakan tangga bambu dan tongka yang dilindungi dengan ijuk serta karung untuk menghindari kontaminasi serangga. Hasil penyadapan menunjukkan rata-rata 32,5 liter nira pada pagi hari dan 16,1 liter pada sore hari per pohon selama 8 bulan. Selain nira, masyarakat juga memanfaatkan tanaman aren untuk berbagai produk lain, seperti kolang-kaling, daun untuk pembungkus dan atap, serta lidi untuk sapu. Namun, produksi dan pemasaran produk turunan aren lainnya masih terbatas karena faktor harga jual yang rendah, proses pembuatan yang lama, dan kurangnya minat masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya sistem pemasaran kolektif melalui pola kemitraan untuk memberdayakan petani aren agar dapat bersaing di pasar global.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | : Tanaman aren, penyadapan nira, pemanfaatan hasil hutan, produktivitas, kemitraan. |
Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
Depositing User: | Nasyir Nompo |
Date Deposited: | 14 Aug 2025 07:49 |
Last Modified: | 14 Aug 2025 07:49 |
URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/48337 |