UPAYA PENGENDALIAN PENDERITA GANGGUAN JIWA DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG (STUDI KASUS PENDERITA JIWA YANG DIPASUNG)


WARDAH, WARDAH (2008) UPAYA PENGENDALIAN PENDERITA GANGGUAN JIWA DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG (STUDI KASUS PENDERITA JIWA YANG DIPASUNG). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
wardah-123-1-ps070 cover.jpg

Download (201kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
wardah-123-1-ps070 1-2.pdf

Download (109kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
wardah-123-1-ps070 dapus-lam.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
wardah-123-1-ps070.pdf

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Wardah, Upaya Pengendalian Penderita Gangguan Jiwa di Kabupaten Sidenreng Rappang (Studi Kasus Penderita Jiwa yang Dipasung) (Dibimbing oleh H.M.Rusli Ngatimin dan Muh. Syafar )
Rendahnya pemahaman masyarakat akan penyakit gangguan jiwa menyebabkan kesulitan dalam hal pengobatan. Adanya perasaan malu untuk berobat menyebabkan penderita tidak mendatangi pelayanan kesehatan jiwa. Bahkan yang lebih buruk lagi adalah penanganan gangguan jiwa yang salah seperti pemasungan. Anggapan tersebut terkait dengan persepsi dan pengetahuannya tentang pengobatan penyakit jiwa.
Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam. Informan dipilih berdasarkan pertimbangan orang yang dapat memberikan keterangan atau informasi dan dapat berperan sebagai narasumber selama proses penelitian. Informan terbagi atas dua yaitu informan kunci, yaitu keluarga penderita gangguan jiwa dipasung dan informan ahli, yaitu tokoh masyarakat dan kader kesehatan pada lokasi penderita yang dipasung berdiam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Persepsi keluarga penderita terhadap pengendalian penderita gangguan jiwa adalah pencarian pengobatan bagi penderita harus dilakukan. Namun keluarga penderita menganggap bahwa pengobatan di rumah sakit jiwa kurang berhasil. Akibatnya keluarga melakukan pemasungan dengan menggunakan balok kayu sebagai pengobatan; 2) Pengetahuan keluarga penderita terhadap pengendalian penderita gangguan jiwa adalah penderita gangguan jiwa harus disembuhkan. Namun cara yang dipilih adalah pemasungan berdasarkan pengetahuan yang diperolehnya dari lingkungan; dan 3) Keputusan keluarga penderita terhadap pengendalian penderita gangguan jiwa merupakan keputusan sosial atau masyarakat, dimana masyarakat turut mendukung tindakan pemasungan karena penderita dianggap berbahaya dan menganggu masyarakat.
Kata kunci : Penyuluhan, persepsi, pengetahuan, pemasungan

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 18 May 2021 06:46
Last Modified: 18 May 2021 06:46
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/4276

Actions (login required)

View Item
View Item